1TULAH.COM-Kalimantan Tengah (Kalteng) adalah sebuah provinsi dengan potensi luar biasa, namun juga menghadapi tantangan besar dalam mencapai pemerataan pembangunan.
Hal ini ditegaskan kembali oleh Toga Hamonangan Nadeak, Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Kalteng. Dalam pernyataannya kepada awak media pada Senin (26/5),
Toga dengan optimis menyatakan, Kalteng adalah masa depan Indonesia. Kita berharap ke depan daerah ini semakin baik. Penegasan ini bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu provinsi terluas di Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam melimpah,
Kalteng memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan keberlanjutan lingkungan nasional. Visi Kalteng sebagai “jantung masa depan Indonesia” menuntut perhatian serius terhadap berbagai aspek pembangunan.
Tantangan Pembangunan yang Belum Merata di Pelosok Kalteng
Namun, di balik optimisme tersebut, legislator dari fraksi Partai Nasdem ini tidak menampik adanya pekerjaan rumah yang besar. Toga Hamonangan Nadeak menyoroti fakta bahwa masih banyak daerah di Kalteng yang belum terjamah pembangunan secara merata, terutama di wilayah pedalaman dan desa-desa terpencil.
“Terutama di wilayah pedalaman dan desa-desa di Barito, Lamandau, hingga Seruyan. Baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur masih banyak kekurangan,” ungkapnya dalam pernyataannya kepada awak media pada Senin (26/5/2025).
Kondisi ini menciptakan disparitas yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, menghambat akses masyarakat terhadap layanan dasar yang layak. Toga menekankan bahwa mengatasi masalah ini tidak bisa disulap begitu saja. “Harus melalui proses dan kerja sama yang kuat,” tegasnya, menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dan berkelanjutan.
Pentingnya Sinergi Antar-Lini untuk Kalteng yang Maju
Melihat kompleksitas permasalahan, Toga Hamonangan Nadeak menekankan pentingnya sinergi yang kuat dan terkoordinasi antara seluruh pemangku kepentingan. Ia menyerukan kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, DPRD, hingga pemerintah kabupaten/kota dalam membangun Kalteng secara menyeluruh.
“Dengan kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran saat ini, kolaborasi bersama legislatif dan seluruh aparatur daerah harus diperkuat agar Kalteng benar-benar maju,” katanya. Sinergi ini menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Infrastruktur dan Pemerataan: Pilar Pembangunan Kalteng
Toga juga menyoroti peran vital pembangunan infrastruktur sebagai penunjang utama kelancaran ekonomi dan akses kesehatan. Jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, dan akses telekomunikasi yang memadai adalah urat nadi yang menghubungkan desa-desa terpencil dengan pusat-pusat ekonomi dan layanan publik. Tanpa infrastruktur yang memadai, sulit bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal atau mendapatkan akses kesehatan yang cepat dalam kondisi darurat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan pemerataan pembangunan agar tidak ada ketimpangan antardaerah. Pembangunan yang berpusat hanya di satu wilayah akan memperlebar jurang kesenjangan dan memicu masalah sosial.
Bukan Hanya PAD: Fokus pada Kehadiran Pembangunan Bagi Masyarakat
Meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng menunjukkan tren perbaikan, Toga Hamonangan Nadeak mengingatkan bahwa indikator tersebut bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembangunan. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang sudah mulai membaik, tapi itu bukan satu-satunya indikator. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pembangunan, terutama di desa-desa yang masih minim akses,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar angka-angka makroekonomi. Kebahagiaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di pelosok Kalteng harus menjadi prioritas utama.
Pembangunan Menuju Daerah Terpencil dan Belum Teraliri Listrik
Politisi dari Nasdem ini menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus secara khusus menyasar daerah-daerah yang sulit dijangkau dan belum dialiri listrik. Ini adalah tantangan besar mengingat luasnya wilayah Kalteng dan karakteristik geografisnya yang didominasi hutan dan sungai.
“Ini harus jadi perhatian bersama. Kolaborasi yang solid adalah kunci untuk menjadikan Kalteng lebih maju dan sejahtera,” pungkas Toga. Pesan ini menguatkan kembali bahwa upaya membangun Kalteng memerlukan komitmen kolektif, kerja sama lintas sektor, dan fokus pada masyarakat yang paling membutuhkan.
Dengan semangat HUT ke-68, Kalteng diharapkan terus berbenah, membangun dengan merata, dan bersinergi demi mewujudkan cita-cita sebagai jantung masa depan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. (Ingkit)








![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)








![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

