Program Koperasi Merah Putih Prabowo: DPRD Kalteng Soroti Permodalan dan Digitalisasi Desa

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto mendapatkan sambutan positif dan dukungan luas. Salah satu dukungan penting datang dari Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari.

Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini, yang dinilai sangat sejalan dengan arah pembangunan ekonomi berbasis desa yang juga menjadi fokus utama Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran.

Koperasi Merah Putih: Menggerakkan Roda Ekonomi dari Tingkat Desa

“Program ini sangat baik karena bertujuan menggerakkan roda ekonomi dari tingkat desa,” ujar Ansyari, Rabu (28/5/2025).

Menurutnya, inisiatif Presiden Prabowo ini harmonis dengan visi pembangunan daerah Kalteng yang menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan.

Ansyari melihat koperasi sebagai instrumen vital dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa, memberikan peluang bagi pertumbuhan lokal dan peningkatan kesejahteraan.

Tantangan Utama: Permodalan dan Infrastruktur Digital

Meskipun optimis dengan potensi besar program ini, Ansyari juga menyoroti sejumlah tantangan signifikan yang harus diatasi agar Program Koperasi Merah Putih dapat berjalan optimal.

  1. Permodalan yang Jelas: “Supaya benar-benar berjalan dari desa, koperasi harus diberikan dukungan permodalan yang jelas agar mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Ansyari. Ketersediaan modal yang memadai adalah kunci bagi koperasi untuk dapat menjalankan operasional, mengembangkan usaha, dan memberikan pinjaman atau layanan yang dibutuhkan anggotanya.
  2. Infrastruktur Digital dan Konektivitas: Tantangan lain adalah keterbatasan akses listrik dan koneksi internet di sejumlah desa. Ansyari menilai hal ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan koperasi modern yang sangat membutuhkan digitalisasi.
Baca Juga :  Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

“Terbatasnya listrik sangat mengganggu karena berdampak pada konektivitas internet. Padahal koperasi modern sangat bergantung pada infrastruktur digital yang memadai,” jelasnya.

Digitalisasi dibutuhkan untuk manajemen yang efisien, pelaporan transparan, hingga akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Peningkatan SDM dan Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan

Selain permodalan dan infrastruktur, Ansyari juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di desa. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan pengelolaan koperasi menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kuncinya adalah kolaborasi dan peningkatan kompetensi bersama. Harus ada pelatihan agar koperasi dikelola secara profesional dan akuntabel, termasuk dalam penyusunan laporan keuangan yang transparan,” pungkasnya.

Peningkatan SDM akan memastikan pengelolaan koperasi yang efektif, efisien, dan dapat dipercaya oleh anggotanya.

Dengan adanya dukungan permodalan yang kuat, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, Ansyari optimistis bahwa Program Koperasi Merah Putih dapat membawa dampak nyata bagi kemajuan perekonomian desa, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, menciptakan desa-desa yang mandiri dan sejahtera. (Ingkit)

 

 

Berita Terkait

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional
Program Makan Bergizi Gratis Bermasalah, Pemerintah Minta Waktu Pembenahan 2 Bulan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Selasa, 8 September 2026 - 19:41 WIB

Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 19:32 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Bermasalah, Pemerintah Minta Waktu Pembenahan 2 Bulan

Selasa, 8 September 2026 - 19:23 WIB

Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru