Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

etua Fisdawan DPRD Kalteng, Apristini Arton S Dohong, bersama Ketua DWP Sekretariat DPRD Kalteng, Fitri Pajarudinnor, beserta jajaran saat mengunjungi Museum Batik Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (8/8/2026).(Setwan DPRD Kalteng)

etua Fisdawan DPRD Kalteng, Apristini Arton S Dohong, bersama Ketua DWP Sekretariat DPRD Kalteng, Fitri Pajarudinnor, beserta jajaran saat mengunjungi Museum Batik Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (8/8/2026).(Setwan DPRD Kalteng)

1TULAH.COM-Batik dan kain tradisional bukan sekadar pelengkap busana harian, melainkan cerminan identitas, sejarah, serta nilai luhur yang diwariskan secara lintas generasi. Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan warisan budaya ini perlu terus dirawat agar tidak perlahan kehilangan makna mendalamnya di mata generasi penerus.

Semangat melestarikan warisan leluhur tersebut ditunjukkan oleh pengurus Forum Istri Dewan (Fisdawan) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Rombongan melakukan kunjungan edukatif ke Museum Batik Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu (8/8/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kerja di ibu kota, sekaligus wadah pembelajaran mendalam untuk mengenal lebih dekat keanekaragaman dan filosofi seni perbatikan Nusantara.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Fisdawan DPRD Kalteng, Apristini Arton S Dohong, didampingi Ketua DWP Sekretariat DPRD Kalteng, Fitri Pajarudinnor.

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kekayaan Wastra Kalimantan

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pihak pengelola museum dan diajak berkeliling melihat ratusan koleksi batik dari berbagai penjuru Tanah Air. Deretan wastra yang dipajang memperlihatkan betapa kaya dan beragamnya karakter seni kain Indonesia—mulai dari perbedaan teknik pembuatan, corak motif, hingga kedalaman makna filosofis dari masing-masing daerah.

Baca Juga :  Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Tidak hanya terpikat oleh keindahan batik khas Pulau Jawa, rombongan juga secara khusus mencermati keberagaman kain tradisional yang mewakili kekayaan budaya Pulau Kalimantan, termasuk motif-motif khas Bumi Tambun Bungai.

Ketua Fisdawan DPRD Kalteng, Apristini Arton S Dohong, mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan refleksi mendalam. Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada pengenalan wujud fisik semata, tetapi harus menyentuh ruh dan nilai historis di baliknya.

“Melalui kunjungan ini, kita bisa melihat langsung bagaimana batik dan kain tradisional memiliki sejarah, filosofi, serta nilai budaya yang sangat kuat. Pemahaman ini penting agar kita tidak sekadar memandang kain tradisional sebagai produk komersial, melainkan juga memahami identitas yang melekat di baliknya,” ujar Apristini.

Baca Juga :  Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Peran Strategis Perempuan dalam Menghidupkan Budaya Lokal

Lebih lanjut, Apristini menegaskan bahwa perempuan memegang peranan kunci dalam menjaga keberlangsungan produk budaya daerah. Langkah nyata yang paling sederhana namun berdampak besar adalah dengan membiasakan penggunaan kain tradisional dalam aktivitas sehari-hari.

Ia berharap kekayaan motif khas Kalimantan Tengah dapat semakin dikenal luas, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Tentu kita ingin kekayaan budaya daerah, termasuk motif kain khas Kalteng, semakin dikenal luas. Salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan rasa bangga dan mengajak lebih banyak orang untuk rutin menggunakannya,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DWP Sekretariat DPRD Kalteng, Fitri Pajarudinnor, menyampaikan bahwa kunjungan ke Museum Batik Indonesia ini memberikan pengalaman edukatif yang sangat berkesan. Kunjungan ini makin memperkuat kesadaran bahwa setiap helai kain tradisional Nusantara menyimpan karakter unik serta narasi sejarah yang patut dibanggakan. (Ingkit)

Berita Terkait

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital
Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca

Berita Terbaru