Karhutla Kalteng Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah, 645 Hotspot Terdeteksi

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah rawan karhutla di Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/26).

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah rawan karhutla di Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/26).

1TULAH.COM, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Hingga Selasa (11 Agustus 2026), sebanyak 645 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Tengah, sementara ribuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di tengah kondisi udara yang memburuk di sejumlah daerah.

Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Kehutanan, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), relawan, dan unsur terkait lainnya.

Upaya di lapangan meliputi pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli pencegahan, serta pemantauan titik rawan melalui jalur darat dan udara.

Berdasarkan pembaruan Posko Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, sejumlah titik kebakaran masih dalam proses penanganan. Kondisi tersebut terutama terjadi pada wilayah dengan karakteristik lahan gambut, vegetasi kering, sebaran api yang luas, medan sulit, akses terbatas, dan keterbatasan sumber air.

Tim gabungan terus berupaya mencegah api meluas ke permukiman maupun kawasan lain yang berpotensi terdampak.

Di Kota Palangka Raya, penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah, terutama Jekan Raya dan Bukit Tunggal. Kebakaran di Jalan Tegal Sari mencapai sekitar 4,29 hektare, dengan sekitar 0,92 hektare telah berhasil dipadamkan. Petugas masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan.

Sementara itu, karhutla di Jalan Gurame dan Jalan Rungan, Bukit Tunggal, dengan total luas sekitar 0,58 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan Jalan Tjilik Riwut Km 7 sekitar 15 hektare masih dalam penanganan. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama petugas di lapangan.

Di Kabupaten Barito Utara, dua titik karhutla di Desa Trahean telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran sekitar 4 hektare di Desa Trinsing masih dalam proses penanganan.

Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau. Sebagian besar titik karhutla di Barito Selatan telah berhasil dipadamkan, tetapi kebakaran sekitar 10 hektare di Desa Kalahien masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Sementara itu, sejumlah titik di Kapuas dan Katingan masih dalam proses pemadaman akibat kendala akses dan kondisi medan. Karhutla di kawasan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, juga belum sepenuhnya padam.

Baca Juga :  Jalan Sehat Maulid Nabi di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat

Di wilayah Tanjung Taruna, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, MPA, BPK, BPBD, dan unsur lainnya terus melakukan pemadaman serta pembasahan.

Sekitar 0,8 hektare lahan di Jalan Tanjung Taruna masih mengeluarkan asap. Sementara kebakaran sekitar 0,3 hektare di Jalan Rahmat hingga Satu Atap juga belum sepenuhnya padam.

Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pendinginan serta pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga 11 Agustus 2026 tercatat 645 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah.

Konsentrasi hotspot tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 189 titik, disusul Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik.

Pergerakan asap terpantau menuju arah barat laut. Kondisi berkabut asap mulai terjadi di Buntok dan Muara Teweh dengan jarak pandang sekitar 5–7 kilometer.

Sementara itu, kondisi di Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit relatif cerah dengan jarak pandang sekitar 9–10 kilometer.

Kualitas udara di sejumlah wilayah juga mulai terdampak. Katingan dan Barito Selatan berada pada kategori Tidak Sehat, sedangkan enam wilayah lainnya berada pada kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif.

Kotawaringin Barat tercatat berada pada kategori Baik dengan ISPU 21. Sementara pemantauan di Sukamara belum tersedia, AQMS Pulang Pisau mengalami kerusakan, dan AQMS Kapuas masih dalam tahap persiapan operasional.

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Tim melakukan pemantauan terhadap ratusan hotspot dan patroli di sejumlah titik rawan.

Operasi water bombing dilakukan di wilayah Sebangau Kuala dan Petuk Katimpun. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan penyemaian sebanyak 1.000 kilogram garam untuk mendukung upaya pengendalian karhutla.

BPBD Provinsi Kalimantan Tengah melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan konsolidasi dan verifikasi data kejadian dari seluruh kabupaten/kota.

Dalam rekapitulasi periode 10–11 Agustus 2026 tercatat 55 kejadian karhutla dengan luas mencapai 99,481 hektare. Sementara pembaruan data pada 11 Agustus mencatat 43 kejadian di tujuh wilayah dan masih terus diperbarui berdasarkan laporan serta hasil verifikasi lapangan.

Baca Juga :  HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai, Pangdam Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kalimantan

Pemantauan digital juga diperkuat melalui 28 kamera yang ditempatkan di 12 titik pada empat kabupaten. Hingga pukul 13.00 WIB, terpantau tiga titik kepulan asap di wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Selama periode 7–11 Agustus 2026, tercatat 2.052 kasus ISPA di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

Pada 11 Agustus saja terdapat 600 kasus baru, dengan sembilan pasien menjalani rawat inap. Kasus tertinggi tercatat di Palangka Raya sebanyak 115 kasus dan Kotawaringin Barat sebanyak 111 kasus.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 39,2 persen dibandingkan kondisi pada 7 Agustus 2026.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota terus melakukan pemantauan kasus, pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat, pembagian masker, pemantauan kondisi kesehatan petugas, serta penyaluran masker dan oxygen portable.

Penanganan kesehatan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan masker dan obat-obatan, gangguan sinyal serta listrik yang memengaruhi pelaporan, serta kebutuhan validasi data karena kasus ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor lainnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi lahan relatif kering dan potensi hujan masih berada pada kategori rendah hingga sedang pada periode 11–18 Agustus 2026.

Di Posko MPA Kameloh Baru, kondisi cuaca terpantau cerah dan kering tanpa hujan sehingga risiko karhutla masih tinggi. Petugas terus melakukan apel, patroli pencegahan, pemantauan sumber air, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemadaman dan pembasahan titik api di Jalan Mahir Mahar/Trans Kalimantan Km 22 bersama Manggala Agni.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Pengendalian Karhutla akan terus memperkuat pemantauan, patroli, pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan sesuai kondisi lapangan dan perkembangan cuaca.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan karhutla sekaligus melindungi masyarakat, permukiman, kesehatan, serta lingkungan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai, Pangdam Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kalimantan
Jalan Sehat Maulid Nabi di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Aspirasi Desa Jadi Prioritas, Infrastruktur dan KHBS Jadi Fokus Pemprov Kalteng
Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Kepala Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kalteng
Pemprov Kalteng Percepat Pendidikan Vokasi Pertanian, Cetak Petani Muda untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemprov Kalteng Perkuat Pelayanan Publik, Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi 2026
RSUD Doris Sylvanus Raih Penghargaan Internasional WSO Platinum, Pemprov Kalteng Perkuat Layanan Stroke hingga Desa

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Karhutla Kalteng Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah, 645 Hotspot Terdeteksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:54 WIB

HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai, Pangdam Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kalimantan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Jalan Sehat Maulid Nabi di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Aspirasi Desa Jadi Prioritas, Infrastruktur dan KHBS Jadi Fokus Pemprov Kalteng

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Kepala Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kalteng

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Pemprov Kalteng Percepat Pendidikan Vokasi Pertanian, Cetak Petani Muda untuk Dukung Swasembada Pangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pelayanan Publik, Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi 2026

Berita Terbaru