1TULAH.COM-Ancaman kekeringan ekstrem akibat puncak fenomena El Niño 2026 yang diperkirakan melampaui level kuat (strong) memicu keprihatinan serius dari kalangan legislatif. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) didesak untuk bergerak cepat dan mengambil tindakan nyata guna mengantisipasi krisis air dan bencana lingkungan yang berpotensi meluas.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menegaskan bahwa peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus direspons sebagai sinyal bahaya bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Peringatan dari BMKG ini adalah alarm keras bagi kita semua. Indikator yang menunjukkan El Niño berpotensi melampaui level kuat dan bertahan hingga awal 2027 tidak boleh dianggap remeh. Prinsip kita tegas, lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Azis.
Desak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Diperluas
Guna memitigasi risiko kekeringan sebelum krisis air bersih memburuk, Azis mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemda untuk segera mengambil tindakan tanggap darurat melalui perluasan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian hujan buatan.
Menurut legislator asal Dapil Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur – Kota Bogor) ini, pelaksanaan modifikasi cuaca harus dipercepat selagi masih terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah rawan.
Fokus utama penyemaian hujan buatan dianjurkan untuk mengisi infrastruktur penampung air strategis, seperti:
-
Bendungan
-
Waduk
-
Embung-embung daerah
Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan harus menanggung kerugian besar setelah bencana kekeringan terjadi.
Ancaman Krisis Sosial, Pangan, dan Kesehatan
Azis juga mengingatkan adanya efek domino dari krisis iklim ini jika tidak ditangani secara masif dan terkoordinasi. Kekeringan ekstrem yang memicu gagal panen berisiko mengganggu stabilitas pangan nasional dan menciptakan krisis sosial di tengah masyarakat.
Beberapa Dampak Krusial yang Perlu Diwaspadai:
-
Lonjakan Harga Pangan: Gagal panen secara massal berisiko membuat stok bahan pokok langka dan memicu lonjakan harga yang membebani ekonomi rakyat.
-
Krisis Air Bersih & Penyakit: Keterbatasan akses air bersih dapat memicu penyebaran penyakit infeksi dan dehidrasi.
-
Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Cuaca panas ekstrem meningkatkan kerawanan bencana kebakaran di berbagai daerah.
-
Resiko Bagi Kelompok Rentan: Anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap krisis air bersih dan penurunan kualitas kesehatan.
Sinergi Mitigasi: Intervensi Pemerintah dan Kesadaran Masyarakat
Menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga kuartal pertama 2027, diperlukan kolaborasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
| Sektor | Bentuk Tindakan & Mitigasi |
| Pemerintah Pusat & BNPB | Perluasan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), bantuan logistik air, dan pengawasan Karhutla. |
| Pemerintah Daerah (Pemda) | Koordinasi lintas sektoral, pengamanan pasokan pangan, dan pemantauan distribusi air bersih. |
| Masyarakat | Menyiapkan tandon/penampungan air, menerapkan budaya hemat air, dan menjaga hidrasi kelompok rentan. |
Penanganan puncak El Niño 2026 membutuhkan kesiapsiagaan penuh dari seluruh lapisan. Dengan intervensi teknologi modifikasi cuaca secara presisi oleh pemerintah serta kesiapsiagaan mandiri di tingkat masyarakat, risiko krisis air bersih, gagal panen, dan Karhutla diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin. (Sumber:Suara.com)






![Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kiri) berjalan menuju mobil tahanan di Rutan Cabang KPK, Jakarta, Jumat (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/febri-periksa-225x129.jpg)








![Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kiri) berjalan menuju mobil tahanan di Rutan Cabang KPK, Jakarta, Jumat (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/febri-periksa-360x200.jpg)








![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

