1TULAH.COM-Sektor perkebunan kelapa sawit dalam negeri kembali diguncang kabar kurang sedap. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mendadak merosot tajam di tingkat petani.
Turunnya harga beli di pabrik kelapa sawit (PKS) ini diduga kuat merupakan efek domino dari anjloknya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar global maupun domestik.
Sentimen negatif pasar ini mencuat pasca pemerintah melontarkan rencana kebijakan terkait wacana BUMN sebagai eksportir tunggal (monopoli ekspor). Kebijakan tersebut langsung direspons negatif oleh pasar, yang berdampak langsung pada pemotongan harga beli kelapa sawit sepihak oleh korporasi.
Kronologi Anjloknya Harga TBS Sawit di Riau
Meskipun Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Riau telah menetapkan acuan harga berkala, realisasi di lapangan justru berbanding terbalik. Sejak Kamis (21/5/2026), harga sawit di sejumlah daerah di Riau terpantau terus mengalami penurunan signifikan.
Hanya dalam hitungan hari, harga yang tadinya stabil kini terjun bebas dari kisaran Rp2.800 hingga Rp2.200 per kilogram (kg), bahkan di beberapa wilayah sudah menyentuh angka di bawah Rp2.000 per kg.
Perbandingan Harga Resmi vs Realisasi Lapangan (Mei 2026)
| Lokasi / Ketetapan | Harga TBS Sawit per Kg | Keterangan |
| Harga Resmi Disbun Riau | Rp3.857,14 | Kelompok umur 9 tahun (Periode 20–26 Mei 2026) |
| Kubu, Kabupaten Rokan Hilir | Rp1.750 | Realisasi lapangan (Sabtu, 23/5/2026) |
| Toro Jaya, Kabupaten Pelalawan | Rp1.800 | Realisasi lapangan (Sabtu, 23/5/2026) |
Disbun Riau Bergerak Tegas: Perusahaan Dilarang Potong Harga Sepihak
Menyikapi penurunan harga sawit yang tidak wajar selama dua hari terakhir, Dinas Perkebunan Provinsi Riau langsung mengambil tindakan tegas. Pemerintah meminta perusahaan kelapa sawit untuk tidak menurunkan harga TBS dari petani secara sepihak tanpa alasan logis dan transparan.
Plt Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat, baik melalui koordinasi langsung maupun pengiriman surat resmi kepada pihak-pihak terkait.
“Kepala Dinas sudah membuat surat ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi penurunan harga TBS,” ujar Vera Virgianti, Sabtu (23/5/2026).
Surat edaran dan antisipasi dari Pemprov Riau tersebut ditujukan kepada tiga lini utama:
-
Dinas yang membidangi perkebunan di tingkat Kabupaten/Kota.
-
Perusahaan perkebunan kelapa sawit lintas kabupaten/kota di Riau.
-
Asosiasi petani sawit.
Kawal Bersama: PKS Diminta Patuhi Ketetapan Harga
Melalui langkah intervensi ini, pelaku usaha perkebunan dan PKS didesak untuk tetap mematuhi aturan main yang berlaku. Perusahaan diminta untuk tetap menerima pasokan TBS milik petani dengan harga yang telah disepakati bersama dalam tim penetapan harga Disbun Riau untuk periode 20–26 Mei 2026.
Langkah ini dinilai sangat krusial guna melindungi para petani sawit mandiri agar tidak menjadi korban pertama yang paling dirugikan akibat gejolak isu regulasi monopoli ekspor BUMN.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara korporasi dan asosiasi petani dapat mengembalikan stabilitas harga komoditas sawit dalam waktu dekat. (Sumber:Suara.com)

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)






![Ilustrasi sawit di perkebunan. [kaltimtoday.co]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sawit-anjlok-225x129.jpg)







![Ilustrasi sawit di perkebunan. [kaltimtoday.co]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sawit-anjlok-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



