Iran Deklarasikan Kemenangan Telak atas AS dan Israel: Donald Trump Setujui 10 Tuntutan Teheran

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto Presiden AS Donald Trump (kiri), warga Iran di Teheran merayakan kemenangan perang, Rabu (8/4/2026). [Suara.com]

Kolase foto Presiden AS Donald Trump (kiri), warga Iran di Teheran merayakan kemenangan perang, Rabu (8/4/2026). [Suara.com]

1TULAH.COM-Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mendeklarasikan kemenangan besar serta “kekalahan bersejarah dan telak” bagi agresor Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Rabu (8/4/2026). Pengumuman ini menandai titik balik dramatis dalam geopolitik Timur Tengah setelah ketegangan yang memuncak selama 40 hari terakhir.

Deklarasi ini muncul menyusul pernyataan mengejutkan dari Presiden AS Donald Trump yang membatalkan ancaman untuk “memusnahkan peradaban Iran”. Sebaliknya, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan menerima 10 poin proposal Iran sebagai landasan perdamaian.

Kekalahan Bersejarah: AS Mundur dari Ambisi Militer

Otoritas Teheran menyatakan bahwa Washington tidak memiliki pilihan lain selain tunduk pada kehendak bangsa Iran dan Poros Perlawanan. Berdasarkan pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang dikutip dari Press TV, musuh kini terpaksa menerima syarat-syarat yang diajukan oleh Iran.

“Musuh kini melihat tidak ada jalan ke depan selain tunduk pada kehendak bangsa besar Iran. Pihak musuh tidak memiliki pilihan lain selain menyerah,” tegas pernyataan tersebut.

Kemenangan ini diumumkan tepat pada hari ke-40 sejak agresi dimulai pada 28 Februari lalu, yang dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Daftar 10 Tuntutan Iran yang Disetujui Amerika Serikat

Dokumen resmi dari otoritas keamanan Iran merinci 10 poin krusial yang telah disetujui oleh pihak Amerika Serikat. Poin-poin ini dianggap sebagai restrukturisasi total kekuatan di kawasan tersebut:

  1. Penghentian Agresi: Komitmen mutlak untuk tidak melakukan agresi baru terhadap wilayah Iran.

  2. Kontrol Selat Hormuz: Pengakuan internasional atas kendali penuh Iran di jalur pelayaran vital tersebut.

  3. Hak Nuklir: Penerimaan penuh atas hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.

  4. Pencabutan Sanksi Utama: Penghapusan seluruh sanksi ekonomi primer.

  5. Pencabutan Sanksi Sekunder: Penghapusan sanksi yang menyasar pihak ketiga yang bekerja sama dengan Iran.

  6. Resolusi PBB: Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.

  7. Resolusi Dewan Gubernur: Penghentian semua tekanan diplomatik melalui Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

  8. Kompensasi Perang: Kewajiban AS untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan selama agresi.

  9. Penarikan Pasukan: Penarikan penuh seluruh pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah.

  10. Gencatan Senjata Regional: Penghentian perang di semua front, termasuk pengakuan terhadap Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah).

Baca Juga :  Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Kehancuran Mesin Militer AS di Kawasan

Pihak keamanan Iran mengklaim bahwa selama 40 hari pertempuran, mereka berhasil melumpuhkan infrastruktur militer Amerika Serikat secara signifikan. Kombinasi serangan dari Iran, Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina disebut telah menghancurkan “mesin militer” yang telah dibangun Washington selama bertahun-tahun di sekitar Teluk.

Blokade efektif di Selat Hormuz menjadi faktor kunci. Mengingat jalur ini memasok seperlima kebutuhan minyak dunia, krisis energi global yang dihasilkan memberikan tekanan domestik yang tak tertahankan bagi ekonomi Amerika Serikat.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Diplomasi di Islamabad: “Tangan Tetap di Atas Pelatuk”

Menindaklanjuti arahan dari Pemimpin Revolusi Islam yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Iran setuju untuk membawa kemenangan militer ini ke meja perundingan. Negosiasi teknis dijadwalkan akan dimulai pada Jumat (10/6) di Islamabad, Pakistan.

Meskipun merayakan kemenangan, Teheran memberikan peringatan keras bahwa mereka tidak akan menurunkan kewaspadaan.

  • Status Siaga: Kekuatan militer Iran tetap dalam kondisi siaga tertinggi.

  • Negosiasi sebagai Medan Tempur: Iran menegaskan diplomasi hanyalah perpanjangan dari perjuangan di lapangan.

  • Ancaman Balasan: Jika negosiasi gagal memenuhi tuntutan rakyat Iran secara mutlak, Teheran mengancam akan kembali angkat senjata.

“Tangan kami berada di atas pelatuk. Kesalahan sekecil apa pun dari musuh akan dijawab dengan kekuatan penuh,” pungkas Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Reaksi Internasional

Gencatan senjata mendadak ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat hubungan internasional. Banyak pihak menilai mundurnya Trump sebagai langkah strategis untuk menghindari kehancuran ekonomi lebih lanjut, sementara pakar lain menyebutnya sebagai bukti kegagalan kebijakan tekanan maksimum (maximum pressure) terhadap Republik Islam. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:15 WIB

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

ilustrasi

Opini

Fenomena Brain Drain di Indonesia

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:57 WIB