DPRD Kalteng Dukung Sekolah Gratis, Sugiyarto: Kolaborasi Stakeholder Adalah Kunci

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto.Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Pendidikan (Disdik) dalam mengupayakan kebijakan sekolah gratis di wilayah Bumi Tambun Bungai.

Namun, Sugiyarto memberikan catatan kritis: keberhasilan program ambisius ini tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan harus ditopang oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sugiyarto, memajukan kualitas pendidikan di Kalteng memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah, orang tua, tenaga pendidik, hingga sektor dunia usaha memiliki kewajiban yang sama.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mekanisme subsidi silang.

“Pendidikan ini urusan semua pihak. Artinya, pihak-pihak yang memiliki kelebihan bisa memberikan subsidi silang kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah,” ujar Sugiyarto, Selasa (27/1/2026).

Skema ini dinilai sangat penting agar manfaat sekolah gratis benar-benar menyentuh peserta didik di daerah pedalaman, seperti di Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, dan Sukamara, yang masih memiliki keterbatasan ekonomi dan akses.

Baca Juga :  Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran

4 Tantangan Utama Penguatan Sekolah Gratis di Kalteng

Meskipun mendukung sekolah gratis, legislator dari Dapil III ini menyoroti empat aspek krusial yang harus dibenahi agar kualitas pendidikan tetap terjaga:

1. Kompetensi Guru di Daerah Pedalaman

Sugiyarto menyoroti masih minimnya jumlah guru yang memiliki kompetensi sesuai standar di wilayah terpencil. Ia meminta adanya koordinasi ketat antara:

  • Komite Sekolah

  • Kepala Sekolah

  • Pengawas Sekolah

  • Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai pengawas utama.

2. Pemerataan Teknologi Pendidikan

Akses teknologi tidak boleh hanya dinikmati oleh siswa di perkotaan. Sugiyarto mendorong pemerintah untuk memacu digitalisasi di pedesaan.

“Guru-guru di pedesaan perlu ditingkatkan kemampuannya melalui pelatihan, kursus, dan pengembangan kompetensi lainnya agar mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini,” tegasnya.

3. Rehabilitasi Infrastruktur Sekolah

Infrastruktur menjadi kendala fisik yang nyata. Banyak bangunan sekolah, baik di kota maupun pelosok, yang sudah berusia lebih dari 20 tahun dan dalam kondisi memprihatinkan. Rehabilitasi bangunan sekolah lama harus menjadi prioritas pendanaan.

Baca Juga :  Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

4. Optimalisasi Teknologi Pembelajaran

Pemanfaatan teknologi harus dimaksimalkan untuk meningkatkan efektivitas belajar-mengajar, baik bagi guru maupun siswa, guna mengejar ketertinggalan kualitas dari daerah lain.

Optimisme di Tengah Penurunan APBD

Menariknya, Sugiyarto tidak merasa pesimis meski terdapat tren penurunan anggaran (APBD). Baginya, semangat gotong royong jauh lebih berharga daripada angka di atas kertas.

“Sepanjang semua stakeholder memiliki semangat yang sama, penurunan APBD tidak akan terlalu berpengaruh besar terhadap jalannya program sekolah gratis,” pungkasnya.

Dengan adanya pengawasan ketat dan transparansi dalam subsidi silang, diharapkan pendidikan di Kalimantan Tengah dapat melahirkan generasi emas yang kompetitif dan melek teknologi. (Ingkit)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru