Disebut Bohongi Konsumen, Gubernur Jawa Barat Bongkar Fakta Sumber Air Aqua

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi botol Aqua. Instagram @sehataqua

Ilustrasi botol Aqua. Instagram @sehataqua

1TULAH.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak ke pabrik Aqua di Subang dan menemukan fakta mengejutkan mengenai sumber air yang digunakan perusahaan tersebut.

Selama ini, Aqua memasarkan produknya dengan klaim bahwa air yang mereka gunakan berasal dari mata air pegunungan yang murni dan alami.

Namun, Dedi Mulyadi mengungkap bahwa sumber air tersebut ternyata berasal dari sumur bor dalam, yaitu air tanah yang diambil dari kedalaman puluhan hingga ratusan meter di bawah permukaan.

Ketika ditanya langsung oleh Dedi, pihak perusahaan Aqua mengonfirmasi bahwa air yang dipakai berasal dari bawah tanah, bukan dari aliran mata air permukaan seperti yang selama ini diyakini oleh konsumen.

Baca Juga :  KPK Tahan 8 Tersangka Suap HGB ATR/BPN, Diduga Jadi Pengepul Uang dan Penghubung Swasta

Fakta ini berbeda jauh dengan narasi iklan Aqua yang selama ini sangat menonjolkan asal air dari gunung-gunung terpilih dan proses penyaringan alami melalui lapisan bebatuan.

Temuan ini langsung memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat yang merasa telah dibohongi.

Meskipun pihak Aqua berargumen bahwa kualitas air dari sumur bor dalam justru lebih baik dan bebas dari kontaminasi, banyak konsumen dan pengamat menilai perbedaan klaim ini sebagai bentuk ketidakjujuran dalam pemasaran.

Selain masalah transparansi, ada juga kekhawatiran terkait dampak lingkungan dari pengambilan air tanah dalam skala besar, yang bisa berpotensi menyebabkan penurunan muka tanah dan gangguan ekosistem sekitar.

Unggahan resmi Aqua di media sosial pun dibanjiri protes dan permintaan klarifikasi dari publik. Konsumen menuntut penjelasan yang jujur dan terbuka mengenai sumber air yang sebenarnya digunakan.

Baca Juga :  Ramai Wacana Label Non-Halal pada Kemasan Rokok, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Pemerintah dan regulator juga didesak untuk melakukan pengawasan lebih ketat agar tidak ada lagi praktik pemasaran yang menyesatkan serta memastikan pengelolaan sumber daya air dilakukan secara berkelanjutan.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi produsen air kemasan agar menjaga transparansi dan kejujuran dalam mengkomunikasikan produk mereka. Konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas agar dapat membuat keputusan pembelian yang tepat.

Di sisi lain, regulator perlu memastikan standar pemasaran dan pengelolaan sumber daya alam dipatuhi demi menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan lingkungan.

Penulis : Nova Elisa Putri

Berita Terkait

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks
Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera
DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Minggu, 20 September 2026 - 16:51 WIB

Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera

Minggu, 20 September 2026 - 05:25 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 20 September 2026 - 05:20 WIB

Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Sabtu, 19 September 2026 - 20:57 WIB

KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN

Sabtu, 19 September 2026 - 20:54 WIB

KPK Respons Pernyataan Mahfud MD Terkait Nusron Wahid

Berita Terbaru