1TULAH.COM-Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mendesak pemerintah agar memberikan perhatian serius dan bentuk apresiasi nyata kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng.
Ia menegaskan bahwa penghargaan bagi para pejuang garis depan tidak boleh hanya sebatas ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk dukungan finansial serta jaminan keselamatan kerja yang konkret.
“Yang pertama memang kita harus memberikan apresiasi dan penghargaan, sekaligus dukungan kita kepada seluruh relawan yang berjibaku di lapangan. Apalagi yang ada di garis depan,” ujar Junaidi, Jumat (18/9/2026).
Desak Alokasi Honorarium dan Peralatan Safety yang Memadai
Junaidi menekankan pentingnya pengalokasian dana khusus untuk honorarium para relawan. Menurutnya, para relawan telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi memadamkan api, sehingga pemerintah wajib menjamin kelangsungan hidup keluarga yang mereka tinggalkan selama bertugas.
“Tidak mungkin juga mereka menjadi relawan berminggu-minggu, lalu di rumah tidak makan. Artinya, wajib kita keluarkan honor mereka. Mereka berjuang di lapangan memadamkan api, supaya di rumahnya juga anak istrinya tetap bisa makan,” tegasnya.
Selain honorarium, Politisi Partai Demokrat ini juga menuntut pemerintah untuk melengkapi unit operational serta sarana dan prasarana keselamatan (safety gear) yang standar. Hal ini penting agar para relawan terlindungi secara maksimal saat berhadapan langsung dengan kobaran api dan asap pekat di lapangan.
Soroti Anggaran Pusat: Jangan Sekadar Angin Segar
Terkait upaya penanggulangan karhutla di Kalteng, Junaidi mengungkapkan terdapat tiga kendala utama di lapangan, yakni keterbatasan peralatan, kekurangan personel, dan defisit anggaran.
Menanggapi informasi mengenai rencana bantuan dana dari pemerintah pusat—termasuk alokasi Rp40 miliar serta rencana kucuran dana Rp760 miliar yang dibagi ke provinsi terdampak—Junaidi mewanti-wanti agar bantuan tersebut benar-benar terealisasi hingga ke tingkat tapak.
“Mudah-mudahan itu memang benar-benar ada barangnya. Jangan-jangan hanya sekadar angin segar atau penghibur saja dari Jakarta,” ungkapnya mengingatkan.
Ia berharap anggaran tersebut dapat segera digunakan secara transparan untuk merekrut armada relawan baru, menambah suplai peralatan pemadam, serta menyediakan layanan kesehatan bagi garda terdepan.
Duka Penanganan Karhutla: Tiga Relawan Gugur di Lapangan
Desakan perlindungan ekstra bagi relawan ini kian mendesak menyusul duka mendalam yang menyelimuti Kalteng setelah tiga orang relawan dilaporkan gugur usai berjuang memadamkan karhutla. Mereka mengalami kelelahan ekstrem hingga sesak napas berat:
-
Anto – Relawan Karhutla Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meninggal dunia pada Selasa (15/8/2026) akibat sesak napas pascapenanganan karhutla.
-
Akhmad Rizani (Akhmad Rijani) – Ketua TSAK Jekan Raya, Kota Palangka Raya, yang mengembuskan napas terakhir pada 27 Agustus 2026 setelah mendapat perawatan akibat kelelahan fisik usai memadamkan api.
-
Ahmadin (Itam Madin) – Relawan Damkar Huma Singgah Itah, Kabupaten Kotawaringin Barat, wafat pada 30 Agustus 2026 setelah dirawat intensif akibat gangguan pernapasan parah.
Tragedi gugurnya tiga pahlawan lingkungan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk segera memperketat SOP keselamatan, memfasilitasi asuransi kesehatan, serta menjamin kesejahteraan seluruh relawan penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah. (Ingkit)









![64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia. [Sekretariat Kabinet]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/pesawat-karhutla-225x129.jpg)






![64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia. [Sekretariat Kabinet]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/pesawat-karhutla-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

