Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. Foto:1tulah.com

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. Foto:1tulah.com

1TULAH.COM-Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mendesak pemerintah agar memberikan perhatian serius dan bentuk apresiasi nyata kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng.

Ia menegaskan bahwa penghargaan bagi para pejuang garis depan tidak boleh hanya sebatas ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk dukungan finansial serta jaminan keselamatan kerja yang konkret.

“Yang pertama memang kita harus memberikan apresiasi dan penghargaan, sekaligus dukungan kita kepada seluruh relawan yang berjibaku di lapangan. Apalagi yang ada di garis depan,” ujar Junaidi, Jumat (18/9/2026).

Desak Alokasi Honorarium dan Peralatan Safety yang Memadai

Junaidi menekankan pentingnya pengalokasian dana khusus untuk honorarium para relawan. Menurutnya, para relawan telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi memadamkan api, sehingga pemerintah wajib menjamin kelangsungan hidup keluarga yang mereka tinggalkan selama bertugas.

“Tidak mungkin juga mereka menjadi relawan berminggu-minggu, lalu di rumah tidak makan. Artinya, wajib kita keluarkan honor mereka. Mereka berjuang di lapangan memadamkan api, supaya di rumahnya juga anak istrinya tetap bisa makan,” tegasnya.

Baca Juga :  Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Perusahaan Diduga Dalang Karhutla: Saya Tidak Ragu-Ragu!

Selain honorarium, Politisi Partai Demokrat ini juga menuntut pemerintah untuk melengkapi unit operational serta sarana dan prasarana keselamatan (safety gear) yang standar. Hal ini penting agar para relawan terlindungi secara maksimal saat berhadapan langsung dengan kobaran api dan asap pekat di lapangan.

Soroti Anggaran Pusat: Jangan Sekadar Angin Segar

Terkait upaya penanggulangan karhutla di Kalteng, Junaidi mengungkapkan terdapat tiga kendala utama di lapangan, yakni keterbatasan peralatan, kekurangan personel, dan defisit anggaran.

Menanggapi informasi mengenai rencana bantuan dana dari pemerintah pusat—termasuk alokasi Rp40 miliar serta rencana kucuran dana Rp760 miliar yang dibagi ke provinsi terdampak—Junaidi mewanti-wanti agar bantuan tersebut benar-benar terealisasi hingga ke tingkat tapak.

“Mudah-mudahan itu memang benar-benar ada barangnya. Jangan-jangan hanya sekadar angin segar atau penghibur saja dari Jakarta,” ungkapnya mengingatkan.

Ia berharap anggaran tersebut dapat segera digunakan secara transparan untuk merekrut armada relawan baru, menambah suplai peralatan pemadam, serta menyediakan layanan kesehatan bagi garda terdepan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Duka Penanganan Karhutla: Tiga Relawan Gugur di Lapangan

Desakan perlindungan ekstra bagi relawan ini kian mendesak menyusul duka mendalam yang menyelimuti Kalteng setelah tiga orang relawan dilaporkan gugur usai berjuang memadamkan karhutla. Mereka mengalami kelelahan ekstrem hingga sesak napas berat:

  1. Anto – Relawan Karhutla Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meninggal dunia pada Selasa (15/8/2026) akibat sesak napas pascapenanganan karhutla.

  2. Akhmad Rizani (Akhmad Rijani) – Ketua TSAK Jekan Raya, Kota Palangka Raya, yang mengembuskan napas terakhir pada 27 Agustus 2026 setelah mendapat perawatan akibat kelelahan fisik usai memadamkan api.

  3. Ahmadin (Itam Madin) – Relawan Damkar Huma Singgah Itah, Kabupaten Kotawaringin Barat, wafat pada 30 Agustus 2026 setelah dirawat intensif akibat gangguan pernapasan parah.

Tragedi gugurnya tiga pahlawan lingkungan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk segera memperketat SOP keselamatan, memfasilitasi asuransi kesehatan, serta menjamin kesejahteraan seluruh relawan penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah. (Ingkit)

Berita Terkait

Raperda 2026, Fraksi KIR Nyatakan Menerima Usulan Bupati Barito Utara
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks
Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera
Terima SK dari DPP PAN, H. Liangsoi Nahkodai DPD PAN Murung Raya Periode 2024-2029
DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 21:51 WIB

Raperda 2026, Fraksi KIR Nyatakan Menerima Usulan Bupati Barito Utara

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 16:51 WIB

Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera

Minggu, 20 September 2026 - 11:32 WIB

Terima SK dari DPP PAN, H. Liangsoi Nahkodai DPD PAN Murung Raya Periode 2024-2029

Minggu, 20 September 2026 - 05:25 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 20 September 2026 - 05:20 WIB

Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Berita Terbaru