Sambutan Hangat di Pedalaman Kalimantan: Gibran Janjikan Perhatian untuk Pembangunan Rumah Adat Dayak

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) menemui Ketua Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Pangalangok Jilah atau Panglima Jilah (kedua kiri) di Kecamatan Toho, Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (23/8/2025). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) menemui Ketua Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Pangalangok Jilah atau Panglima Jilah (kedua kiri) di Kecamatan Toho, Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (23/8/2025). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

1TULAH.COM-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat sambutan meriah saat melakukan kunjungan kerja ke pedalaman Kalimantan Barat.

Tiba di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, pada Sabtu, 23 Agustus 2025, Gibran tidak hanya menghadiri perayaan ulang tahun ke-45 Panglima Jilah, pemimpin besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), tetapi juga mendengarkan langsung aspirasi masyarakat adat.

Kunjungan ini menjadi momen penting di mana masyarakat adat dapat menyampaikan harapan mereka secara langsung kepada pemimpin negara.

Aspirasi dari Jantung Budaya Dayak: Permohonan Pembangunan Rumah Adat

Di Lapangan Keramat Patih Patinggi, Desa Sepang Tokong, Panglima Jilah atau Pangalangok Jilah, dengan lugas menyuarakan sebuah ironi yang dialami komunitasnya. “Kami bersyukur mempunyai Wakil Presiden yang mau mengunjungi kami masyarakat di pedalaman Kalimantan ini. Besar harapan kami Pak, Bapak bisa membangun daerah kami, terutama di sini. Kami tidak mempunyai rumah adat. Kami hanya bisa pakai tenda-tenda, Pak,” ungkap Panglima Jilah.

Baca Juga :  Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Ia menjelaskan bahwa meskipun komunitasnya merupakan penjaga tradisi luhur, mereka tidak memiliki rumah adat yang representatif. Padahal, lokasi yang dikelilingi keindahan alam pegunungan sangat ideal untuk berdirinya sebuah rumah adat megah yang tak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata yang menarik.

Komitmen Pembangunan Merata dari Pemerintah

Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran menegaskan komitmen pemerintahannya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan yang merata. Ia menyatakan bahwa pembangunan tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa, dan usulan pembangunan rumah adat akan menjadi perhatian serius.

“Kami akan perhatikan dengan serius usulan pembangunan rumah adat ini. Komitmen kami adalah pembangunan yang merata untuk seluruh Indonesia,” tegas Gibran.

Kunjungan Berbalut Adat dan Harapan

Kunjungan Gibran ke Mempawah berlangsung dramatis. Usai agenda di Pontianak, ia bersama rombongan terbatas terbang menggunakan helikopter, membelah langit Kalimantan selama 30 menit. Setibanya di lokasi, Gibran disambut dengan prosesi adat yang kental. Para pimpinan adat menyematkan rompi dari kain tenun Iban khas suku Dayak sebagai tanda penghormatan dan penerimaan.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Antusiasme warga yang telah menunggu tak terbendung saat Gibran turun dan menyalami mereka satu per satu. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian kolosal oleh para pemuda Bangkule Rajakng. Dengan gagah berani, mereka menari tanpa alas kaki di bawah terik matahari, sebuah pemandangan yang mengundang decak kagum.

Selain dialog pembangunan, kunjungan Gibran juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Ia menyaksikan peluncuran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan Cek Kesehatan Gratis, serta pembagian pin “Dayak Anak Cerdas” sebagai simbol harapan akan masa depan cerah bagi generasi muda Dayak.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbolik, tetapi juga membawa pesan nyata bahwa pemerintah pusat peduli dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru