“Serakahnomics”: Kritik Pedas Prabowo untuk ‘Vampir Ekonomi’ Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. [YT/Setpres]

Presiden Prabowo Subianto. [YT/Setpres]

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan kritik keras terhadap praktik ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat. Dalam pidatonya, ia bahkan mengusulkan istilah satir “Serakahnomics” dan menyarankan universitas untuk membuka program studi baru guna mengkaji fenomena keserakahan yang merugikan masyarakat.

Ungkapan ini menjadi sorotan, mengingat Prabowo tak ragu menjuluki para pelakunya sebagai “vampir penghisap darah rakyat” dan “parasit ekonomi.”

Menguak Kejanggalan Ekonomi: Minyak Goreng Hilang di Negeri Produsen Sawit Terbesar

Kegeraman Prabowo mencapai puncaknya saat ia menyoroti anomali di sektor kelapa sawit. “Produsen kelapa sawit terbesar di dunia tapi di negara sendiri minyak goreng hilang,” ujar Prabowo dalam Peringatan Hari Lahir ke-27 PKB pada Rabu (23/7/2025). Fenomena ini, menurutnya, adalah cerminan dari praktik ekonomi yang tidak masuk akal dan didorong oleh keserakahan.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Usulan “Serakahnomics” muncul sebagai bentuk sindiran tajam terhadap pihak-pihak yang mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Prabowo menantang para akademisi untuk mengkaji lebih dalam “mazhab keserakahan” ini, yang ia anggap sebagai tindakan “kurang ajar.”

Bukan Pengusaha Biasa, Melainkan Parasit Ekonomi

Penting untuk digarisbawahi, Prabowo menegaskan bahwa kritikannya ini tidak ditujukan kepada pengusaha pada umumnya, melainkan secara spesifik kepada mereka yang rakus dan tidak memiliki empati. “Masa tega petani setengah mati, rakyat kita masih banyak yang susah, ada yang mau cari keuntungan di atas penderitaan rakyat,” cetusnya.

Ia tidak segan menjuluki para pelaku ini sebagai parasit dan vampir ekonomi yang mengisap darah rakyat. Istilah “Serakahnomics” sendiri pertama kali digaungkan Prabowo saat berpidato di Kongres PSI di Solo, sebagai peringatan keras bagi para “maling” kekayaan negara.

Baca Juga :  99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Peringatan Keras: “Tunggu Tanggal Mainnya!”

Dalam pidato-pidato sebelumnya, termasuk di Klaten, Jawa Tengah, Prabowo secara konsisten menyuarakan keprihatinannya terhadap praktik “Serakahnomics.” Ia mengungkapkan kekesalannya melihat kekayaan negara yang luar biasa justru dikorupsi oleh pihak-pihak yang tidak jera meskipun telah berulang kali diberi peringatan.

Di akhir pidatonya, Prabowo melontarkan ancaman yang mengisyaratkan akan adanya tindakan tegas dari pemerintahannya. “Tapi ya tunggu tanggal mainnya,” pungkasnya, memberikan sinyal bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi para “vampir ekonomi” ini.

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak tentang dampak “Serakahnomics” terhadap ekonomi Indonesia atau bagaimana pemerintah berencana mengatasinya? (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Berita Terbaru