Tragedi KM Barcelona V di Perairan Talise! Api Melalap Harapan, Nelayan Jadi Pahlawan

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bakamla saat mengevakuasi korban KM Barcelona kebakaran dari Talaud ke Manado yang terbakar di Perairan Talise, Likupang, Minut, Sulut, Minggu 20 Juli 2025. [ANTARA/Bakamla]

Bakamla saat mengevakuasi korban KM Barcelona kebakaran dari Talaud ke Manado yang terbakar di Perairan Talise, Likupang, Minut, Sulut, Minggu 20 Juli 2025. [ANTARA/Bakamla]

1TULAH.COM-Laut yang biasanya tenang di sekitar Pulau Talise, Sulawesi Utara, pada Minggu (20/7/2025), tetiba berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang mengguncang emosi nasional.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Barcelona V, yang membawa ratusan penumpang dari Talaud menuju Manado, dilalap si jago merah. Api berkobar, jeritan minta tolong menggema, dan air laut menjadi medan pertarungan hidup-mati bagi para penumpang.

KMP Barcelona V memulai pelayarannya dari Pelabuhan Melonguane dengan membawa lebih dari 280 penumpang dan 15 anak buah kapal (ABK). Cuaca yang tidak bersahabat sempat memaksa kapal singgah sementara di Pelabuhan Lirung. Setelah dinilai cukup aman, kapal kembali berlayar sekitar pukul 01.00 WITA dini hari. Di bawah langit malam, para penumpang kembali memasang harapan untuk segera tiba di Manado dan memulai aktivitas mereka seperti biasa.

Pukul 14.00 WITA: Kepanikan Dimulai

Saat matahari berada di puncaknya, sekitar pukul 14.00 WITA, tragedi itu pecah. Ketika kapal memasuki perairan Pulau Talise, api tiba-tiba muncul dari buritan kapal. Tak butuh waktu lama, si jago merah menjalar dengan cepat. Kepulan asap hitam mengepul ke angkasa, disusul kobaran api yang memaksa penumpang berhamburan dalam kepanikan luar biasa.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Apresiasi Persiapan Simulasi Akreditasi RSUD Puruk Cahu

Teriakan histeris menggema di tengah laut. Para penumpang berebut jaket pelampung, sebagian nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Anak-anak menangis ketakutan, orang tua memeluk satu sama lain, dan suasana di atas kapal berubah menjadi kacau balau.

Nelayan Lokal, Pahlawan Tak Terduga

Di tengah kobaran api yang terus melalap kapal, pertolongan datang dari arah yang tak terduga: para nelayan lokal. Melihat kepulan asap membumbung tinggi dari kejauhan, tanpa ragu mereka segera bergegas ke lokasi kejadian dengan perahu-perahu kecil mereka.

Tanpa memikirkan bahaya, para nelayan ini dengan sigap mengangkut para korban ke daratan terdekat, termasuk Pulau Talise dan Pulau Gangga. Para nelayan yang biasanya menggantungkan hidup pada laut untuk mencari nafkah, kini menjelma menjadi penyelamat nyawa di saat-genting. Aksi heroik mereka patut diacungi jempol dan menjadi bukti nyata solidaritas kemanusiaan.

Baca Juga :  Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Data Korban dan Penanganan Medis

Berdasarkan laporan yang diterima pada Minggu malam, pukul 22.00 WIB, data sementara menunjukkan bahwa 284 orang berhasil diselamatkan. Namun, tragedi ini juga merenggut 5 korban jiwa, dua di antaranya belum berhasil diidentifikasi.

Di antara korban selamat, terdapat tiga pasien rujukan medis dari RS Mala Kepulauan Talaud: Hugu Majuntu, Betrivia Malimbulun, dan Daniel Lena. Mereka segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Beberapa korban luka lainnya dirawat di RSUD Walanda Maramis, RSUP Prof. Kandou Malalayang, RSUD ODSK, dan Puskesmas Mubune di Likupang.

Tragedi KMP Barcelona V ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya standar keselamatan pelayaran dan kesigapan dalam penanganan bencana. Kisah heroik para nelayan di tengah insiden ini juga menunjukkan bahwa di setiap musibah, selalu ada harapan dan kebaikan hati yang terpancar dari sesama. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman
Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran
Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:03 WIB

BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator

Berita Terbaru