Realisasi TKD Semester I 2025 Lampaui Target: Kinerja Daerah Kian Optimal!

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga Semester I tahun 2025 mencapai Rp400,6 triliun atau 43,5% dari pagu APBN 2025 sebesar Rp919,8 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga Semester I tahun 2025 mencapai Rp400,6 triliun atau 43,5% dari pagu APBN 2025 sebesar Rp919,8 triliun.

1TULAH.COM-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja merilis data impresif terkait realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga Semester I tahun 2025.

Angkanya mencapai Rp400,6 triliun, setara dengan 43,5% dari total pagu APBN 2025 sebesar Rp919,8 triliun. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Informasi ini terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Komite IV Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, yang berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025, di Kantor DPD RI Jakarta.

Faktor Pendorong Tingginya Realisasi TKD

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa tingginya realisasi TKD ini didorong oleh beberapa faktor utama:

  • Peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH): Penerimaan negara yang dibagihasilkan menunjukkan peningkatan yang positif.
  • Peningkatan Alokasi Dana Alokasi Umum (DAU): Alokasi DAU yang lebih besar turut berkontribusi pada peningkatan realisasi.
  • Perbaikan Kinerja Pemerintah Daerah: Pemerintah daerah menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam memenuhi persyaratan penyaluran anggaran.
Baca Juga :  DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit

“TKD ditujukan supaya masyarakat (daerah) juga bisa mendapatkan pelayanan yang baik, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan juga layanan lain secara baik,” terang Sri Mulyani, menegaskan komitmen pemerintah terhadap pemerataan layanan publik.

Manfaat TKD untuk Pembangunan Daerah

Penyaluran TKD memiliki peran krusial dalam mendukung pemerataan layanan publik di berbagai sektor vital:

  • Pendidikan: Dana ini digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembangunan sekolah, penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
  • Kesehatan: TKD membiayai pembangunan rumah sakit, puskesmas, dan pengadaan alat kesehatan di seluruh pelosok daerah.
  • Infrastruktur: Sektor ini merasakan dampak positif melalui pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, serta sistem penyediaan air minum.
  • Kesejahteraan ASN Daerah: TKD juga mendukung penggajian 3,56 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) Daerah dan pengangkatan 377 ribu tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui DAU berbasis kinerja.
Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Kebijakan TKD yang Berkelanjutan dan Berbasis Kinerja

Pemerintah terus berupaya memperkuat kebijakan TKD agar lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini termasuk melalui reformasi penyaluran Dana Desa, pemberian insentif fiskal daerah, serta pengembangan pembiayaan inovatif.

“Kami akan terus mendorong kinerja daerah di dalam investasi dan pertumbuhan ekonomi. Maka dalam hal itu, berbagai langkah baik itu dari sisi penerimaan dengan optimalisasi pajak dan retribusi daerah, dan transfer yang semakin berbasis kinerja daerah,” pungkas Menkeu.

Hal ini menunjukkan komitmen Kemenkeu untuk menjadikan TKD sebagai instrumen vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru