Peran Aktif Masyarakat Penting untuk Bansos Tepat Sasaran, Kemensos Buka Kanal Pelaporan

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bansos. Kemensos membuka usul/sanggah untuk memastikan bansos tepat sasaran. [Ist]

Ilustrasi Bansos. Kemensos membuka usul/sanggah untuk memastikan bansos tepat sasaran. [Ist]

1TULAH.COM-Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat krusial dalam memastikan program bantuan sosial (bansos) tersalurkan secara tepat sasaran. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pemutakhiran data penerima bansos melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Masyarakat dapat mengajukan usulan bagi yang merasa layak namun belum menerima bansos, atau melayangkan sanggahan terhadap penerima yang dianggap tidak pantas.

Namun, Gus Ipul menekankan pentingnya kelengkapan dokumen pendukung yang dapat diverifikasi untuk setiap usulan atau sanggahan. “Bagi yang mengusulkan ataupun menyanggah itu juga harus melengkapi bukti data-datanya,” ujar Gus Ipul. Bukti-bukti yang dilampirkan ini akan sangat menentukan keakuratan proses seleksi di lapangan.

Dokumen Pendukung Wajib Dilampirkan

Mensos menjelaskan bahwa dokumen yang harus dilengkapi mencakup:

  • Foto kondisi rumah.
  • Foto aset yang dimiliki (misalnya kendaraan bermotor atau mobil).
  • Token listrik.

Informasi lengkap mengenai syarat dokumen ini dapat dilihat melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial. “Di dalam aplikasi Cek Bansos itu terlampir. Jadi misalnya dia menyertakan foto-foto kondisi rumahnya, foto aset-asetnya, motor atau mobil, bisa juga token listriknya. Jadi pokoknya harus disertai dengan bukti-bukti,” tambahnya.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Antusiasme Masyarakat dalam Pengajuan Usulan dan Sanggahan

Data Kemensos menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam berpartisipasi. Sejak awal Mei hingga saat ini, tercatat sebanyak 389.318 masyarakat mengajukan usulan, dan 5.453 lainnya mengajukan sanggahan.

Gus Ipul menjelaskan bahwa usulan umumnya datang dari masyarakat yang merasa berhak namun belum terdaftar, sementara sanggahan diajukan oleh warga yang mengetahui adanya penerima bansos yang sebenarnya tidak layak. “Jadi mereka bicara soal mereka yang mendapatkan bansos. Kemudian orang ini menyampaikan kepada kita bahwa mereka sebenarnya tidak layak (dapat bansos) karena, misalnya, mereka ini punya rumah atau yang bagus,” jelasnya.

Kanal Pelaporan Tambahan untuk Kemudahan Akses

Untuk semakin memperkuat keterlibatan publik, Kementerian Sosial juga membuka kanal tambahan mulai 1 Juli 2025, yaitu pelaporan langsung ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Fitur ini dirancang untuk memudahkan masyarakat yang kesulitan mengakses aplikasi digital.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

“Kami ingin masyarakat ikut aktif dalam rangka pemutakhiran data maupun juga penyaluran bansos ini,” kata Gus Ipul. Tujuan utama dari dibukanya akses usul dan sanggah ini adalah untuk memastikan data penerima bansos menjadi lebih tepat sasaran.

Perkembangan Penyaluran Bansos Terkini

Per Selasa, 24 Juni 2025, data terkini dari Kemensos menunjukkan bahwa jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan kedua 2025 telah mencapai 14 juta orang. Setiap penerima mendapatkan nominal Rp600 ribu untuk tiga bulan, ditambah bansos penebalan senilai Rp400 ribu.

Sehingga, total bansos yang ditransfer oleh pemerintah pada triwulan kedua ini sebanyak Rp1 juta per orang.

Keterlibatan aktif masyarakat melalui usulan dan sanggahan, didukung dengan bukti yang valid, menjadi kunci sukses dalam mewujudkan penyaluran bansos yang transparan dan akuntabel. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru