Markas IRIB Iran Digempur Israel: Sahar Emami, Presenter Pemberani Kembali Mengudara Pasca-Serangan

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Markas besar Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) di Teheran mendapat serangan udara Israel. Peristiwa ini yang terjadi saat sang presenter, Sahar Emami melakukan siaran langsung pada Senin, 16 Juni 2025. [X/@IRIran_official]

Markas besar Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) di Teheran mendapat serangan udara Israel. Peristiwa ini yang terjadi saat sang presenter, Sahar Emami melakukan siaran langsung pada Senin, 16 Juni 2025. [X/@IRIran_official]

1TULAH.COM-Markas besar Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) di Teheran dilaporkan diserang udara oleh Israel pada Senin (16/6/2025).

Peristiwa dramatis ini terjadi saat presenter Sahar Emami sedang melakukan siaran langsung, menunjukkan detik-detik mengerikan ketika serangan menghantam.

Serangan Udara Israel Lumpuhkan IRIB, Presenter Tetap Berani

Menurut laporan, gedung IRIB terbakar dan jaringan penyiaran sempat terhenti beberapa saat akibat serangan udara Israel tersebut. Namun, rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan keberanian luar biasa dari Sahar Emami. Ia tetap berbicara beberapa saat sebelum bom dari jet Israel menghantam kantornya.

Akun X (sebelumnya Twitter) @/IRIran_Ofcial pada Senin, 16 Juni 2025 malam mengunggah video lengkap momen tersebut dengan keterangan: “Ini adalah video full sebelum ledakan yang disiarkan secara langsung oleh IRIB: Wanita Iran yang pemberani.”

Dalam siaran langsungnya, Sahar Emami tampak membacakan berita. Tiba-tiba, ia berseru, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar.” Seketika itu juga, ledakan besar terjadi yang mengguncangkan kantor IRIB. Puing-puing dari reruntuhan gedung terlihat di layar kamera, dan Sahar Emami dengan cepat bergegas meninggalkan tempat tersebut.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Hektare Aset Tanah TNI Belum Bersertifikat, 44 Ribu Hektare Berpotensi Pemicu Konflik Agraria

Pujian Mengalir untuk Keberanian Sahar Emami

Keberanian Sahar Emami, yang tetap tenang dan tanpa rasa takut menghadapi situasi genting tersebut, menuai banyak pujian dari warganet. “Jurnalis Iran bahkan tidak berteriak dan pergi ke samping (untuk melindungi diri) dengan tenang,” komentar seorang warganet, mengungkapkan kekagumannya.

Banyak yang mengira Sahar Emami akan mengalami trauma dan tidak akan kembali siaran setelah insiden tersebut. Namun, dugaan itu salah. Tak lama setelah kejadian, ia kembali mengudara dan terlihat tegar. “Tampaknya setelah ini, dia mungkin tidak akan membacakan berita lagi. Tapi setelah beberapa saat kemudian, wartawan ini kembali muncul di TV. Lihatlah, dia melaporkan berita tanpa rasa takut,” puji warganet lainnya. Komentar senada seperti “Perempuan pemberani,” dan “Saudara kita yang pemberani, tetaplah kuat,” juga membanjiri lini masa.

Serangan Terencana dan Pesan Ketahanan Iran

Melansir Daily Pakistan, serangan udara ini terjadi hanya beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa jaringan televisi dan radio negara Iran “akan segera menghilang.” Militer Israel bahkan telah mengeluarkan peringatan bagi penduduk di daerah tersebut untuk mengungsi, yang mengindikasikan serangan langsung terhadap pusat komunikasi penting Iran.

Baca Juga :  Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Kembalinya Sahar Emami ke layar kaca dibingkai sebagai pesan kuat oleh media Iran. Tindakan ketahanan dan perlawanannya menunjukkan bahwa suara Iran tidak akan dibungkam dalam menghadapi agresi.

Kecaman Internasional dan Perlindungan Jurnalis

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Israel melakukan “tindakan jahat” dan menyebut mereka sebagai “pembunuh jurnalis dan media” nomor satu.

Al Jazeera melaporkan, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) telah mencatat 178 jurnalis tewas di Gaza oleh Israel sejak Oktober 2023, menjadikan konflik tersebut yang paling mematikan bagi pekerja media yang pernah tercatat. “DK PBB [Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa] harus bertindak sekarang untuk menghentikan agresor genosida melakukan kekejaman lebih lanjut terhadap rakyat kita,” tulis Baghaei di X.

CPJ menyatakan “terkejut” oleh serangan Israel terhadap TV pemerintah Iran, berpendapat bahwa impunitas atas pembunuhan jurnalis Palestina telah “memberanikan” negara itu untuk menargetkan media di tempat lain. Insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran global tentang keselamatan jurnalis di zona konflik. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Gali Inovasi Literasi Digital, Komisi III DPRD Kalteng Kunker ke Perpusda Kota Tangerang
Usut Korupsi Migas Bekasi Rp2 Triliun, Kejagung Endus Keterlibatan Perusahaan Riza Chalid
Kebijakan Baru Skema PPPK Guru: Bisa Naik Status Penuh Waktu Hingga Berpeluang Jadi PNS
Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Tangis Haru Warnai Pertemuan Keluarga dan Tim SAR
Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)
DPRD Minta Pemprov Kalteng Segera Terbitkan Perkada untuk Cairkan BTT Karhutla Rp760 M
KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:54 WIB

Gali Inovasi Literasi Digital, Komisi III DPRD Kalteng Kunker ke Perpusda Kota Tangerang

Jumat, 18 September 2026 - 16:54 WIB

Usut Korupsi Migas Bekasi Rp2 Triliun, Kejagung Endus Keterlibatan Perusahaan Riza Chalid

Jumat, 18 September 2026 - 13:52 WIB

Kebijakan Baru Skema PPPK Guru: Bisa Naik Status Penuh Waktu Hingga Berpeluang Jadi PNS

Jumat, 18 September 2026 - 08:17 WIB

Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Tangis Haru Warnai Pertemuan Keluarga dan Tim SAR

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Kamis, 17 September 2026 - 13:31 WIB

DPRD Minta Pemprov Kalteng Segera Terbitkan Perkada untuk Cairkan BTT Karhutla Rp760 M

Kamis, 17 September 2026 - 12:07 WIB

KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

Kamis, 17 September 2026 - 05:22 WIB

Ratusan Ribu Hektare Aset Tanah TNI Belum Bersertifikat, 44 Ribu Hektare Berpotensi Pemicu Konflik Agraria

Berita Terbaru