Ledakan Dahsyat di Garut Saat Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa Tewaskan 11 Orang, Diduga Ada Ledakan Susulan Saat Warga Mengais Sisa

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ledakan bom. (Shutterstock)

Ilustrasi ledakan bom. (Shutterstock)

1TULAH.COM-Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) pada Senin, 12 Mei 2025 pagi. Insiden tragis ini dilaporkan mengakibatkan 11 orang tewas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ledakan maut tersebut terjadi saat kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa atau yang sudah tidak layak pakai di wilayah Desa Sagara.

Para korban yang meninggal dunia dan mengalami luka-luka pasca-ledakan sekitar pukul 09.30 WIB telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Garut setelah situasi di lokasi dinyatakan kondusif.

Kondisi jenazah korban yang ditemukan sangat mengenaskan dilaporkan menyulitkan proses identifikasi awal. Informasi awal menyebutkan bahwa korban terdiri dari personel militer dan warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian saat ledakan terjadi.

Data Sementara Nama-Nama Korban Meninggal:

Berikut adalah data sementara nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi:

  1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan, ST., MM.
  2. Mayor Cpl Anda Rohanda
  3. Agus bin Kasmin
  4. Ipan bin Obur
  5. Anwar bin Inon
  6. Iyus Ibing bin Inon
  7. Iyus Rizal bin Saepuloh
  8. Toto
  9. Dadang
  10. Rustiawan
  11. Endang

Tim Forensik Diterjunkan, Dugaan Ledakan Susulan:

Baca Juga :  Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Tim forensik telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap para korban dan menyelidiki penyebab pasti ledakan. Hingga saat ini, penyebab resmi ledakan belum diumumkan.

Wilayah Desa Sagara memang diketahui kerap menjadi lokasi untuk pemusnahan bom atau bahan peledak yang sudah tidak layak pakai.

Saat ini, pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekati area kejadian demi keselamatan dan kelancaran proses investigasi.

Keterangan Polda Jabar dan Informasi di Medsos:

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan terjadinya insiden ledakan dan jumlah korban yang dilaporkan oleh Pasi Intel Kodim Garut. “Benar kejadian tersebut dan jumlah korban yang disampaikan oleh Pasi Intel. Keterangan masih dari pasi intel Kodim Garut dan saat ini Kares (Kapolres) Garut menuju lokasi,” ujar Kombes Hendra kepada awak media.

Namun, Kombes Hendra belum dapat memberikan informasi detail mengenai kronologis kejadian tragis tersebut dan menyatakan bahwa “Update selanjutnya masih dikoordinasikan oleh Kapolres Garut.”

Sementara itu, narasi yang beredar luas di media sosial (medsos) mengindikasikan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari latihan militer. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ledakan pertama terjadi saat proses pemusnahan peluru dan amunisi kedaluwarsa oleh pihak berwenang.

Baca Juga :  Mengapa Mitigasi Bencana Adalah Tanggung Jawab Negara, Bukan Sekadar Pasrah pada Takdir

Tragisnya, setelah ledakan pertama, sejumlah warga mendekati lokasi dengan tujuan mengumpulkan sisa-sisa logam seperti kuningan dan pecahan peluru (piston) yang mereka harapkan memiliki nilai jual. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, diduga masih terdapat bahan peledak aktif yang belum meledak di lokasi tersebut.

Nahasnya, salah satu sisa amunisi meledak kembali secara tiba-tiba, mengakibatkan warga yang sedang mengais barang bekas menjadi korban. Ledakan kedua ini terjadi saat warga tanpa perlindungan atau prosedur keselamatan mencari sisa-sisa bom.

Kejadian yang diperkirakan terjadi antara pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB tersebut menyebabkan belasan orang meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah para korban kemudian dievakuasi menggunakan kantong mayat dan dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi.

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban meninggal dunia dikhawatirkan dapat bertambah dari 11 orang yang dilaporkan pada saat ledakan pertama terjadi. Pihak berwenang masih terus melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut terkait insiden tragis ini. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027
Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil
Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara
Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Selasa, 15 September 2026 - 14:07 WIB

Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil

Selasa, 15 September 2026 - 12:13 WIB

Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Berita Terbaru