Kepala BKN Ungkap Ada 1.967 CPNS 2024 Pilih Mundur, Ternyata Ini Penyebabnya!

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi CPNS (Kominfo)

Ilustrasi CPNS (Kominfo)

1TULAH.COM – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa sebanyak 1. 967 calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2024 telah menyatakan mengundurkan diri.

Menurut Zudan, para CPNS yang memilih untuk mundur ini merupakan peserta yang berhasil lolos berkat kebijakan optimalisasi formasi, di mana sebanyak 16. 000 peserta berhasil diterima melalui skema tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Zudan setelah munculnya isu mengenai banyaknya CPNS hasil seleksi 2024 yang secara serentak mengundurkan diri, meskipun mereka telah dinyatakan lolos.

“Setelah diisi dengan optimalisasi, ada 1.967 yang mengundurkan diri, atau sekitar 12,12 persen. Alhamdulillah, masih ada 88 persen yang tadinya kosong menjadi terisi,” kata Zudan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip pada Rabu (23/4/2025).

Mekanisme optimalisasi, sebagaimana dijelaskan, dilakukan untuk mengisi formasi CPNS yang kosong akibat kurangnya pelamar. Dengan adanya hal ini, para pelamar yang tidak berhasil di instansi yang menjadi tujuan awal mereka dapat dialihkan ke instansi lain yang masih membutuhkan dan memiliki formasi kosong.

Baca Juga :  Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

“Optimalisasi itu konsepnya begini, ada formasi yang kosong, tidak ada pendaftarnya. Nah, kalau itu dibiarkan, akan terjadi kekosongan yang besar,” ujar Zudan.

Zudan memberikan contoh tentang seorang peserta yang melamar sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dengan kualifikasi doktor manajemen. Sayangnya, peserta tersebut tidak berhasil karena hanya menempati peringkat ketiga, sedangkan formasi yang tersedia terbatas pada dua posisi saja.

Menurut Zudan, dengan adanya optimalisasi formasi, peserta yang tidak lolos tersebut bisa dialihkan ke formasi lain atau kampus lain yang masih memiliki kekosongan atau belum ada pelamar.

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

“Ternyata di Universitas Udayana dibuka formasi dosen ekonomi dengan spesifikasi minimal doktor ekonomi. Di sana tidak ada yang melamar. Maka agar di Udayana tadi tidak kosong dikirimlah yang melamar di UI ini,” katanya.

“Yang tadinya tidak diterima, menjadi diterima di Udayana. Nah, ini dikirim secara sistem dari tes yang terbaik hasilnya,” tambah Zudan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pada awalnya, pukul 16. 00, formasi tersebut berhasil terisi melalui proses optimalisasi. Namun, tidak semua peserta yang dialihkan bersedia menerima penempatan tersebut.

“Yang mengundurkan diri sekitar 1.900 an. Jadi terisi 88 persen. Bayangkan bila tidak ada optimalisasi, akan terjadi kekosongan 16.000,” katanya.

Adapun skema ini sudah diumumkan sejak awal seleksi, sehingga tak menjadi hal baru.

“Sejak awal sudah diumumkan akan ada optimalisasi,” pungkasnya.

 

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru