1TULAH.COM-Kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput menjadi kunci utama kemajuan suatu daerah. Menyadari hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi Sag, MAP, mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk terus memperkuat pilar perekonomian desa secara berkelanjutan.
Menurut Junaidi, strategi penguatan ekonomi desa harus fokus pada pengembangan usaha lokal yang berbasis pada potensi kreatif serta didukung oleh akses permodalan yang memadai.
Mengangkat Potensi Lokal ke Pasar Internasional
Kalimantan Tengah dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Junaidi menilai produk-produk seperti pertanian, kerajinan tangan, hingga pariwisata desa menyimpan potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.
Namun, ia memberikan catatan penting bahwa produk lokal tersebut membutuhkan “sentuhan serius” agar mampu bersaing di pasar global.
“Komoditas unggulan seperti anyaman rotan dari Kahayan Kuala dan kopi robusta dari Bukit Santuai perlu mendapatkan perhatian serius. Khususnya dalam peningkatan kualitas produk dan pengemasan agar lebih menarik dan kompetitif di pasaran,” ujar Junaidi pada Jumat (24/4/2026).
Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital
Junaidi menjelaskan bahwa penguatan ekonomi desa tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Harus ada pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang menyeluruh, mencakup:
-
Inovasi Produk: Menciptakan nilai tambah pada bahan mentah.
-
Peningkatan Kapasitas SDM: Memberikan pelatihan praktis yang sesuai kebutuhan riil masyarakat.
-
Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Ia menekankan bahwa masyarakat desa saat ini lebih membutuhkan keterampilan praktis dibandingkan sekadar teori. Pelatihan pembuatan label bermerek, strategi pemasaran online, serta manajemen usaha yang profesional menjadi prioritas utama.
Strategi Penguatan Ekonomi Desa Versi DPRD Kalteng:
-
Peningkatan Kualitas: Fokus pada pengemasan (packaging) dan standardisasi produk.
-
Literasi Digital: Memasarkan produk desa melalui media sosial dan marketplace.
-
Pendampingan Berkelanjutan: Memastikan usaha desa tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Solusi Modal: Dana Bergulir Bunga Rendah
Selain aspek kompetensi SDM, faktor permodalan masih menjadi hambatan klasik di pedesaan. Junaidi menegaskan bahwa banyak ide usaha brilian milik warga desa yang akhirnya mati di tengah jalan karena terkendala biaya dan pendampingan teknis.
Sebagai solusi, DPRD Kalteng mendorong adanya alokasi anggaran daerah melalui skema dana bergulir desa.
“DPRD mendorong adanya sistem bunga rendah atau bahkan tanpa bunga, agar mudah diakses oleh masyarakat. Dukungan pembiayaan seperti dana bergulir menjadi sangat penting agar usaha di desa bisa tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.
Dengan adanya sinergi antara peningkatan kualitas produk dan kemudahan akses modal, diharapkan desa-desa di Kalimantan Tengah tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. (Ingkit)

![Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/kondangan-360x200.jpg)
![El Rumi dan Syifa Hadju [Instagram/elrumi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/EL-RUMI-NIKAH-360x200.jpg)
![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)






















