Dirut Mendadak Mundur hingga 1.000 Karyawan Cuti Massal Akibat Drama Kawin Paksa EXCL dan FREN

- Jurnalis

Jumat, 6 Desember 2024 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini. (sumber: suara.com)

Eks CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Rencana kawin paksa antara dua perusahaan telekomunikasi besar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) semakin memanas.

Drama terbaru dalam proses akuisisi yakni pengunduran diri mendadak Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini yang mengejutkan pasar.

Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah rumor kuat terkait rencana merger kedua perusahaan. Walaupun alasan resmi yang diberikan adalah karena alasan pribadi, tetapi banyak pihak yang mengaitkannya dengan dinamika internal perusahaan terkait proses merger.

Selain itu, sebuah fenomena menarik terjadi di kalangan karyawan XL Axiata. Sekitar 1.100 karyawan dikabarkan melakukan cuti massal. Serikat pekerja menyatakan jika aksi ini merupakan bentuk protes terhadap ketidakjelasan nasib mereka pasca merger.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Karyawan khawatir akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal serta perubahan kondisi kerja yang merugikan.

Isu transparansi terkait proses merger juga menjadi sorotan karyawan. Aksi cuti massal itu diduga sebagai bentuk protes terhadap ketidakpuasan karyawan terhadap kondisi perusahaan saat ini.

Henry Wijayanto, Head External Communications EXCL mengatakan menghormati aksi cuti massal karyawan XL Axiata itu.

Baca Juga :  KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee

“Pada prinsipnya manajemen menghormati aspirasi karyawan,” kata Henry kepada Suara.com Jumat (6/12/2024).

Sebelumnya Ketua Umum Serikat Pekerja XL Mustakim menuturkan aksi cuti massal digelar selama 1 hari pada Jumat (6/12/2024). Total karyawan yang melakukan cuti massal di kantor pusat dan regional mencapai hampir 1.000 orang dari total sekitar 1.600 pegawai XL Axiata.

“Aksi cuti massal ini merupakan bentuk kekecewaan kepada Axiata Malaysia yang tidak melibatkan karyawan dan kurang transparan dalam menjalankan proses merger dengan Smartfren,” kata Mustakim.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja
Pemkab Murung Raya Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersama KPK
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun
Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik
Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran
Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas
Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026
Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Berita Terbaru