Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan mendalam dalam agenda Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Minggu (23/8/2026). [Dok PDIP]

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan mendalam dalam agenda Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Minggu (23/8/2026). [Dok PDIP]

1TULAH.COM-Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan mendalam dalam agenda Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur yang digelar di Surabaya pada Minggu (23/8/2026).

Dalam forum tersebut, Megawati menekankan pentingnya posisi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, sebagai pusat pergerakan ideologi bangsa dan penggodokan nilai-nilai nasionalisme.

Megawati mengingatkan seluruh kader bahwa Surabaya bukan sekadar kota metropolitan biasa, melainkan tempat sejarah di mana Presiden Pertama RI, Soekarno atau Bung Karno, menempa diri dan membangun visi kemerdekaan Indonesia.

“Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting. Karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini. Surabaya, Mojokerto, dan Blitar penuh dengan rekam jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Beliau sendiri menyebutkan Surabaya merupakan ‘Dapurnya Nasionalisme’,” ujar Megawati.

Rekam Jejak Sejarah dan Inspirasi Bagi Generasi Muda

Megawati menceritakan kembali rekam jejak Bung Karno muda saat menempuh pendidikan di HBS Surabaya hingga berguru kepada HOS Tjokroaminoto. Momen penggemblengan di ruang-ruang terbatas tersebut membentuk jiwa patriotik Bung Karno sejak usia 16 tahun untuk melawan kekuatan kolonialisme.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai

Ia mengajak generasi muda dan para kader partai untuk mengambil pelajaran penting dari sejarah tersebut, terutama dalam hal kekuatan visi dan keberanian menghadapi berbagai keterbatasan.

“Surabaya pada tahun 1916 sudah menjadi pusat kapitalisme global. Namun Bung Karno bisa membuktikan bahwa kekuatan kolonialisme terbesar di dunia, yakni Hindia Belanda, bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Jadikan ini sebagai pembelajaran bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi,” tegas Presiden Kelima RI tersebut.

Menolak Pragmatisme dan Memperkuat “Kandang Banteng”

Di tengah maraknya fenomena pragmatisme politik saat ini, Megawati memperingatkan agar para kader PDIP tidak menjadikan uang dan kekuasaan sebagai tujuan utama perjuangan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk kembali ke akar rumput dan membangun ikatan emosional (emotional bonding) yang kuat bersama rakyat.

Baca Juga :  Paskibra Mura Tampil Disiplin dan Kompak Kibarkan Sang Merah Putih

Instruksi utama Megawati kepada kader PDIP Jawa Timur meliputi:

  • Menjaga Ideologi: Menjadikan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno sebagai energi utama pergerakan partai.

  • Memperkuat Akar Rumput: Turun langsung mendengar serta menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat bawah.

  • Menolak Pragmatisme Politik: Menjauhi praktik politik transaksional yang mengandalkan uang dan kekuasaan semata.

  • Membangun Emotional Bonding: Merawat kedekatan historis dan emosional guna mengembalikan Jawa Timur sebagai wilayah “Kandang Banteng”.

Megawati memungkas arahannya dengan mengingatkan militansi kader Jawa Timur yang teruji dalam sejarah, seperti peristiwa historis di Pandegiling dan Sukolilo saat menghadapi tekanan politik masa lalu. Spirit pendobrak tersebut diharapkan terus menyala dalam menghadapi dinamika politik modern. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dana Operasional Aksi Rp80,9 Juta Dibekukan, Bank Mandiri Diduga Melanggar Prosedur Hukum
Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!
Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan
Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit
KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah
KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed
KPK Ungkap Rektor Unsoed Beli Tiga Bidang Tanah dari Uang Gratifikasi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Dana Operasional Aksi Rp80,9 Juta Dibekukan, Bank Mandiri Diduga Melanggar Prosedur Hukum

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:10 WIB

KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed

Berita Terbaru