RSUD Tamiang Layang Diduga Abai! Sajikan Minuman Kedaluwarsa kepada Tamu

- Jurnalis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, TAMIANG LAYANG – Kejadian tak menyenangkan dialami oleh tiga orang wartawan saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang. Mereka disuguhkan minuman kemasan yang sudah melewati batas waktu konsumsi atau kedaluwarsa (expired).
Jaya, salah satu wartawan yang juga merupakan pimpinan media Koran Barito, mengungkapkan bahwa dirinya dan dua rekan lainnya mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi minuman sari kacang hijau bermerek UJ Ultra Jaya yang telah kedaluwarsa sejak 20 September 2024.

1tulah.com, TAMIANG LAYANG – Kejadian tak menyenangkan dialami oleh tiga orang wartawan saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang. Mereka disuguhkan minuman kemasan yang sudah melewati batas waktu konsumsi atau kedaluwarsa (expired). Jaya, salah satu wartawan yang juga merupakan pimpinan media Koran Barito, mengungkapkan bahwa dirinya dan dua rekan lainnya mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi minuman sari kacang hijau bermerek UJ Ultra Jaya yang telah kedaluwarsa sejak 20 September 2024. "Saya sangat terkejut dan kecewa dengan kejadian ini. Bagaimana bisa sebuah rumah sakit sebesar RSUD Tamiang Layang menyuguhkan minuman yang sudah expired kepada tamu?" ujar Jaya dengan nada kesal. Kejadian ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh RSUD Tamiang Layang. Pasalnya, sebagai lembaga pelayanan kesehatan, seharusnya rumah sakit memberikan contoh yang baik dalam hal kebersihan dan keamanan pangan. "Ini adalah bentuk kelalaian yang sangat serius. Kami berharap pihak RSUD Tamiang Layang dapat memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas kejadian ini," tegas Jaya. Lebih jauh Jaya salah satu wartawan sekaligus pimpinan media Koran Barito menjelaskan pihaknya telah mengalami pelayanan buruk dari RSUD Tamiang Layang yang terkesan dapat membahayakan. Pasalnya saat mengunjungi RSUD Tamiang Layang didamping dua rekannya dan bertemu dengan Direktur disuguhkan minuman yang sudah expired. "Ulun (saya/red) sakit perut dan sudah dua kali buang air besar setelah meminum sari kacang ijo dari RSUD Tamiang Layang, ternyata saat ulun melihat tanggal expired di minuman kemasan itu sudah lewat batas," ucap Jaya didampingi dua rekannya di Tamiang Layang, Senin (30/09/2024). Pria yang sudah bergelut puluhan tahun sebagai wartawan ini juga menyayangkan atas kejadian yang menimpa dia dan dua rekannya dengan adanya pelayanan di RSUD Tamiang Layang. Dirinya menghawatirkan bila minuman tersebut beredar dan dikonsumsi oleh pasien yang menjalani pengobatan di RSUD Tamiang Layang. "Kita khawatir bila minuman itu sempat diminum oleh pasien. Tadi ulun juga sempat menyampaikan kejadian ini kepada salah satu staf Rumah Sakit, dan mereka menyarankan untuk diperiksa, tapi ulun sempat menolak karena ulun tidak tahan dan mual saat diruang periksa," ungkapnya. “Ulun muntah dan meminta obat”, lanjut Jaya menjelaskan. Tapi stafnya menyarankan diperiksa di UGD dan bilang harus melalui mekanisme Rumah Sakit sesuai kode etik. Jaya menyudahi perbincangan dengan salah satu staf RSUD Tamiang Layang, namun dirinya berpesan untuk menyampaikan peristiwa tersebut ke pucuk pimpinan atau Direktur RSUD dengan harapan agar tidak terjadi kejadian serupa kedepannya. "Kita berharap kejadian ini tidak terulang, dan pelayanan RSUD Tamiang Layang lebih teliti melihat segala sesuatu di RSUD, baik itu obat, makanan maupun minuman harus sering dikontrol," harap Jaya. Sementara itu, Direktur RSUD Tamiang Layang, Dr. Vinny Safari saat dikonfirmasi terkait keluhan dari 3 wartawan yang mengalami pelayanan yang kurang baik tersebut menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada unsur kesengajaan atas penyajian minuman yang sudah expired. "Saya nggak tahu, dan saya juga minum soalnya. Jadi memang anak-anak humas minta maaf tadi karena mereka kelupaan ngecek katanya," jelas Vinny saat dikonfirmasi melalui via handphone. Vinny juga mengungkapkan bahwa saat menyuguhkan minuman tersebut tidak mengetahui sudah expired. Namun dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang telah meminum di ruangan tersebut. "Saya sudah minum sari kacang ijo dan teh kotak, saya juga gak tahu temen-temen wartawan ini. Artinya kita minta maaf bukan unsur kesengajaan, itu minuman di ruangan saya yang dikonsumsi saya dan tamu-tamu yang berkunjung," ungkapnya. Wanita yang bertugas sebagai direktur RSUD Tamiang Layang ini juga menegaskan bahwa minuman tersebut sudah ditarik dan tidak disediakan lagi. "Saya juga mau cek nih, apakah saya diare, soalnya mau perjalanan," tuturnya. Terkait kekhawatiran yang disampaikan wartawan bila beredarnya minuman tersebut ke pasien. Vinny menjelaskan bahwa pihak RSUD Tamiang Layang bahwa pasien disajikan susu oleh ahli gizi. "Sebenarnya semua SOP ada, baik itu obat, kemudian minuman dan BHP segala macam itu. Jadi murni itu kelalaian anak-anak di ruangan saya," pungkasnya. (zek)

1tulah.com, TAMIANG LAYANG – Kejadian tak menyenangkan dialami oleh tiga orang wartawan saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang. Mereka disuguhkan minuman kemasan yang sudah melewati batas waktu konsumsi atau kedaluwarsa (expired).

Jaya, salah satu wartawan yang juga merupakan pimpinan media Koran Barito, mengungkapkan bahwa dirinya dan dua rekan lainnya mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi minuman sari kacang hijau bermerek UJ Ultra Jaya yang telah kedaluwarsa sejak 20 September 2024.

“Saya sangat terkejut dan kecewa dengan kejadian ini. Bagaimana bisa sebuah rumah sakit sebesar RSUD Tamiang Layang menyuguhkan minuman yang sudah expired kepada tamu?” ujar Jaya dengan nada kesal.

Kejadian ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh RSUD Tamiang Layang. Pasalnya, sebagai lembaga pelayanan kesehatan, seharusnya rumah sakit memberikan contoh yang baik dalam hal kebersihan dan keamanan pangan.

“Ini adalah bentuk kelalaian yang sangat serius. Kami berharap pihak RSUD Tamiang Layang dapat memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas kejadian ini,” tegas Jaya.

Lebih jauh Jaya salah satu wartawan sekaligus pimpinan media Koran Barito menjelaskan pihaknya telah mengalami pelayanan buruk dari RSUD Tamiang Layang yang terkesan dapat membahayakan.

Pasalnya saat mengunjungi RSUD Tamiang Layang didamping dua rekannya dan bertemu dengan Direktur disuguhkan minuman yang sudah expired.

“Ulun (saya/red) sakit perut dan sudah dua kali buang air besar setelah meminum sari kacang ijo dari RSUD Tamiang Layang, ternyata saat ulun melihat tanggal expired di minuman kemasan itu sudah lewat batas,” ucap Jaya didampingi dua rekannya di Tamiang Layang, Senin (30/09/2024).

Baca Juga :  Strategi Prabowo Atasi Karhutla Kalimantan: Kirim KSAD, Wakapolri, hingga Brimob ke Lapangan

Pria yang sudah bergelut puluhan tahun sebagai wartawan ini juga menyayangkan atas kejadian yang menimpa dia dan dua rekannya dengan adanya  pelayanan di RSUD Tamiang Layang.

Dirinya menghawatirkan bila minuman tersebut beredar dan dikonsumsi oleh pasien yang menjalani pengobatan di RSUD Tamiang Layang.

“Kita khawatir bila minuman itu sempat diminum oleh pasien. Tadi ulun juga sempat menyampaikan kejadian ini kepada salah satu staf Rumah Sakit, dan mereka menyarankan untuk diperiksa, tapi ulun sempat menolak karena ulun tidak tahan dan mual saat diruang periksa,” ungkapnya.

“Ulun muntah dan meminta obat”, lanjut Jaya menjelaskan.

Tapi stafnya menyarankan diperiksa di UGD dan bilang harus melalui mekanisme Rumah Sakit sesuai kode etik.

Jaya menyudahi perbincangan dengan salah satu staf RSUD Tamiang Layang, namun dirinya berpesan untuk menyampaikan peristiwa tersebut ke pucuk pimpinan atau Direktur RSUD dengan harapan agar tidak terjadi kejadian serupa kedepannya.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang, dan pelayanan RSUD Tamiang Layang lebih teliti melihat segala sesuatu di RSUD, baik itu obat, makanan maupun minuman harus sering dikontrol,” harap Jaya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tamiang Layang, Dr. Vinny Safari saat dikonfirmasi terkait keluhan dari 3 wartawan yang mengalami pelayanan yang kurang baik tersebut menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada unsur kesengajaan atas penyajian minuman yang sudah expired.

Baca Juga :  Krisis Karhutla Melanda Papua Tengah: 512 Titik Panas Terdeteksi, Bandara Lumpuh hingga RSUD Terancam

“Saya nggak tahu, dan saya juga minum soalnya. Jadi memang anak-anak humas minta maaf tadi karena mereka kelupaan ngecek katanya,” jelas Vinny saat dikonfirmasi melalui via handphone.

Vinny juga mengungkapkan bahwa saat menyuguhkan minuman tersebut tidak mengetahui sudah expired. Namun dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang telah meminum di ruangan tersebut.

“Saya sudah minum sari kacang ijo dan teh kotak, saya juga gak tahu temen-temen wartawan ini. Artinya kita minta maaf bukan unsur kesengajaan, itu minuman di ruangan saya yang dikonsumsi saya dan tamu-tamu yang berkunjung,” ungkapnya.

Wanita yang bertugas sebagai direktur RSUD Tamiang Layang ini juga menegaskan bahwa minuman tersebut sudah ditarik dan tidak disediakan lagi.

“Saya juga mau cek nih, apakah saya diare, soalnya mau perjalanan,” tuturnya.

Terkait kekhawatiran yang disampaikan wartawan bila beredarnya minuman tersebut ke pasien. Vinny menjelaskan bahwa pihak RSUD Tamiang Layang bahwa pasien disajikan susu oleh ahli gizi.

“Sebenarnya semua SOP ada, baik itu obat, kemudian minuman dan BHP segala macam itu. Jadi murni itu kelalaian anak-anak di ruangan saya,” pungkasnya. (zek)

 

 

 

 

Berita Terkait

Soroti Kredibilitas Pemerintah, Eks Direktur BAIS TNI Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka, Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi
Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri
DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit
Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak
Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027
Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG
Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Soroti Kredibilitas Pemerintah, Eks Direktur BAIS TNI Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka, Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:22 WIB

DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Kalteng Terancam Kesulitan Dana Pembangunan, DPRD Minta Pusat Segera Lunasi Transfer Rp1 Triliun Sebelum 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Berita Terbaru