Pengendalian Karhutla Kalteng Diperkuat, Pemadaman Darat dan Udara Terus Dilakukan

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya pengendalian Karhutla, Rabu (26/8/26).

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya pengendalian Karhutla, Rabu (26/8/26).

1TULAH.COM, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pemantauan, pencegahan, dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Karhutla, Rabu (26 Agustus 2026), sejumlah titik panas (hotspot) dan titik api (fire spot) masih terpantau di beberapa kabupaten dan kota.

Operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara terus dilakukan secara terpadu untuk mencegah api meluas serta menekan dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.

Berdasarkan hasil pemantauan udara melalui data Sipongi dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC), masih ditemukan sejumlah lokasi dengan indikasi kebakaran aktif maupun kepulan asap.

Di Kabupaten Katingan, titik kebakaran terpantau di wilayah Kamipang dengan kondisi asap tebal dan estimasi area terbakar sekitar lima hektare. Sementara itu, di Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, ditemukan beberapa titik api berasap di dekat permukiman dengan estimasi area terbakar sekitar lima hektare.

Kondisi serupa juga ditemukan di Mentawa Baru Ketapang dan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur. Di Mentawa Baru Ketapang, area terbakar diperkirakan sekitar empat hektare dan masih berpotensi meluas. Sementara di Mentaya Hilir Selatan, luas kebakaran diperkirakan mencapai delapan hektare dan telah mendapat dukungan operasi udara berupa pickup water.

Sejumlah hotspot juga terpantau di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Di wilayah Jabiren dan Kahayan Kuala, beberapa titik menunjukkan kondisi asap tipis hingga tebal, termasuk lokasi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar.

Di Kabupaten Kapuas, sejumlah hotspot dengan indikasi asap juga ditemukan di wilayah Dadahup dan Bentuk.

Sementara itu, di Kabupaten Seruyan, fire spot di Paring Raya terpantau berasap dengan potensi meluas dan estimasi area terbakar sekitar dua hektare. Adapun target fire spot di Seruyan Hilir dinyatakan clear.

Hasil pemantauan di Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, serta sejumlah wilayah Kabupaten Sukamara dan Lamandau menunjukkan kondisi relatif aman dengan target fire spot dinyatakan clear.

Kalimantan Tengah masih berada pada tingkat risiko Karhutla sangat tinggi. Pada 26 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB, BMKG mencatat sebanyak 1.871 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Kondisi kekeringan ekstrem, minimnya curah hujan, serta cuaca yang didominasi cerah hingga cerah berawan diperkirakan masih berlangsung hingga 2 September 2026. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya dan meluasnya kebakaran, khususnya di kawasan gambut, lahan kering, semak belukar, serta wilayah dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Sebaran asap Karhutla juga bergerak ke arah barat laut hingga utara dan berdampak hingga Sarawak, Malaysia. Kualitas udara menurun, dengan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya sempat mencapai kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, jarak pandang di Buntok tercatat sekitar 900 meter.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Posko PDB Karhutla Kalteng mencatat sebanyak 798 hotspot hingga 26 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 688 titik atau 86,21 persen telah dipatroli melalui udara.

Operasi water bombing juga terus dilakukan untuk mendukung penanganan di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Operasi tersebut tercatat sebanyak 25 kali di Babirah, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan 37 kali di Hiu Putih, Kota Palangka Raya.

Operasi udara dilaksanakan PT Dominic Asasta Aviasi melalui Ops. PKY. Setelah pelaksanaan operasi udara, beberapa lokasi masih menyisakan asap dengan luas area terbakar masing-masing sekitar lima hektare.

Sementara itu, penanganan melalui jalur darat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), perusahaan, serta relawan.

Di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, area terdampak Karhutla diperkirakan mencapai 261,08 hektare. Api utama telah berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat titik asap yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan.

Di Kota Palangka Raya, pemadaman dan pembasahan terus dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Cilik Riwut, Jalan Tingang, Jalan Banteng, kawasan Hiu Putih, Langkai Permai, serta sejumlah lokasi lainnya.

Baca Juga :  Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla

Daops Manggala Agni bersama unsur BKO, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, MPA, relawan, dan mahasiswa turut melaksanakan pemadaman Karhutla di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau.

Penanganan dilakukan pada lahan gambut, tanah mineral, Area Penggunaan Lain (APL), maupun kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK). Vegetasi yang terbakar antara lain semak belukar, pakis, serasah, tunggul, akasia, galam, serta vegetasi hutan lainnya.

Di sejumlah lokasi masih ditemukan kepulan asap dan titik api pada lapisan gambut yang membutuhkan pemadaman serta pemantauan lanjutan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.

Berdasarkan rekapitulasi Januari hingga Agustus 2026, tercatat 606 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 246,5 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 238,32 hektare telah berhasil dipadamkan.

Penanganan dan pendinginan terus dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Selain pemadaman, Satgas Karhutla juga memperkuat patroli dan sosialisasi kepada masyarakat melalui Siaran Keliling (Sirling), pembagian brosur, serta pembagian masker.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Masyarakat juga diharapkan memahami dampak Karhutla terhadap kesehatan dan lingkungan serta memanfaatkan informasi kontak posko dan layanan darurat untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pengendalian Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan hingga masyarakat.

Dinas Kesehatan juga terus memperkuat layanan dan memantau dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak membakar lahan, segera melaporkan titik api, menggunakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Melalui penguatan pemantauan, patroli, pemadaman darat dan udara, serta edukasi kepada masyarakat, upaya pengendalian Karhutla terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus melindungi masyarakat, kesehatan, dan lingkungan di Kalimantan Tengah.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Menkes dan Gubernur Kalteng Tinjau Kesiapan Fasilitas Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan dan Hadapi Karhutla Bersama
Karhutla Kalteng Capai 85 Kejadian, 16.387 Personel Gabungan Disiagakan
Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla
Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat
Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Pulang Pisau
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Pulang Pisau

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Menkes dan Gubernur Kalteng Tinjau Kesiapan Fasilitas Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan dan Hadapi Karhutla Bersama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Karhutla Kalteng Capai 85 Kejadian, 16.387 Personel Gabungan Disiagakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Pulang Pisau

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Pulang Pisau

Berita Terbaru