Belanja Pegawai Kemenkeu Capai Rp27 Triliun, Buat Apa Aja?

- Jurnalis

Kamis, 13 Juni 2024 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kemenkeu. Sumber foto : suara.com

Gedung Kemenkeu. Sumber foto : suara.com

 

1TULAH.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2025 mengalokasikan sejumlah besar dana untuk belanja pegawai, yang mencakup pembayaran gaji dan tunjangan kinerja (tukin).

Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi, mengungkapkan dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI bahwa total anggaran pagu indikatif untuk Sekretariat Jenderal Kemenkeu tahun 2025 adalah sebesar Rp 33,18 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp 27,04 triliun dialokasikan khusus untuk belanja pegawai, sementara sisanya untuk belanja barang sebesar Rp 5,65 triliun, dan belanja modal sebesar Rp 502 miliar.

Baca Juga :  Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Belanja pegawai ini akan menjangkau 77.616 pegawai yang tersebar dalam 12 unit eselon I di lingkup Kemenkeu. Menurut Heru, terdapat kenaikan signifikan dalam anggaran belanja pegawai sebesar Rp 2,7 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh penyesuaian gaji akibat kenaikan pangkat/golongan, kenaikan gaji berkala, serta penambahan anggota keluarga pegawai.

Selain itu, ada juga penyesuaian tunjangan kinerja sebagai dampak dari kenaikan pangkat jabatan baik struktural maupun fungsional.

Heru menjelaskan bahwa peningkatan anggaran belanja pegawai juga diperlukan untuk mendukung pengangkatan jabatan fungsional, terutama di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang bertujuan untuk memperkuat implementasi program core tax yang diharapkan selesai tahun ini.

Baca Juga :  Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!

Dia juga menyebutkan adanya pengangkatan jabatan fungsional di beberapa unit eselon I sebagai bagian dari strategi delayering organisasi.

Secara keseluruhan, alokasi anggaran belanja pegawai yang signifikan ini mencerminkan komitmen Kemenkeu untuk memastikan kesejahteraan pegawai serta mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas di lingkungan kerja mereka.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan
Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU
KPK Usut Dugaan Pengumpulan Uang THR di RSUD Cilacap
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:59 WIB

KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:26 WIB

Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:37 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:39 WIB

KPK Usut Dugaan Pengumpulan Uang THR di RSUD Cilacap

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Berita Terbaru