BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sukses membalikkan keadaan dengan ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026). Sentimen positif di pasar domestik mencuat setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,25 persen.

Berdasarkan data dari Bloomberg pada pasar spot, mata uang Garuda mengunci posisi di level Rp17.653 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 52 poin atau naik 0,29 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan Selasa (19/5) yang sempat tertahan di level Rp17.704 per dolar AS.

Sentimen Pemangkasan Anggaran MBG dan Kenaikan Suku Bunga

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa apresiasi performa rupiah sore ini dipicu oleh pulihnya kepercayaan investor terhadap sinergi kebijakan moneter dan fiskal di dalam negeri.

Pasar merespons sangat positif langkah taktis pemerintah yang melakukan efisiensi berupa pemangkasan anggaran belanja, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di saat yang sama, keputusan BI yang mengerek suku bunga hingga 50 basis poin (bps) dinilai menjadi jaring pengaman yang efektif untuk menahan tekanan eksternal.

Baca Juga :  Gempa M 7,7 Laut Sulawesi: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di 5 Provinsi, Wilayah Kaltim Siaga!

“Rupiah berhasil ditutup menguat ke kisaran 17.650 meskipun indeks dolar AS sebenarnya masih melanjutkan tren kenaikan. Penguatan ini didorong oleh respons positif pelaku pasar terhadap pemangkasan anggaran pemerintah pada program MBG, serta kejutan dari BI yang menaikkan suku bunga sebesar 50 bps,” ujar Lukman.

Warning Sentimen Global: Pernyataan Trump dan FOMC Minutes

Kendati mencatatkan rapot hijau, Lukman mengingatkan para pelaku pasar agar tetap waspada. Penguatan nilai tukar rupiah ini berpotensi bersifat jangka pendek karena bayang-bayang ketidakpastian global masih mengintai mata uang negara berkembang (emerging markets).

Faktor eksternal yang wajib dicermati dalam beberapa waktu ke depan meliputi ketegangan geopolitik serta arah kebijakan moneter AS yang paling dinanti pekan ini.

“Perkembangan domestik secara ideal mampu menopang rupiah setidaknya untuk jangka pendek. Namun, perhatian pasar global malam ini akan tertuju pada rilis risalah pertemuan FOMC (FOMC Minutes) serta pernyataan-pernyataan terbaru Donald Trump terkait Iran,” tambah Lukman.

Baca Juga :  Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli

Pergerakan Mata Uang Asia: Rupiah Memimpin Posisi Atas

Di kawasan regional, pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS terpantau bergerak bervariasi (mixed) dengan kecenderungan menguat tipis. Berikut adalah rincian performa mata uang Asia pada penutupan perdagangan sore ini:

Mata Uang Perubahan Terhadap Dolar AS Status
Rupiah Indonesia (IDR) +0,29% Menguat
Yuan China (CNY) +0,11% Menguat
Ringgit Malaysia (MYR) +0,11% Menguat
Dolar Singapura (SGD) +0,10% Menguat
Peso Filipina (PHP) +0,04% Menguat
Won Korea Selatan (KRW) +0,02% Menguat
Dolar Taiwan (TWD) +0,016% Menguat
Dolar Hongkong (HKD) +0,009% Menguat
Yen Jepang (JPY) 0,00% Stagnan
Baht Thailand (THB) -0,04% Melemah
Rupee India (INR) -0,35% Melemah Terdalam

Melihat peta penutupan tersebut, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan performa penguatan tertinggi di Asia, tepat berada di atas Yuan dan Ringgit. Di sisi lain, Rupee India menjadi mata uang dengan koreksi terdalam setelah melemah hingga 0,35 persen. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

BPB-PK Kalteng Tingkatkan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana melalui Bimtek Manajemen Pengungsi 2026
Gubernur Agustiar Sabran Buka Rakerda APDESI Kalteng 2026, Tegaskan Desa Kunci Kemajuan Kalimantan Tengah
Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap
Raffi Ahmad Akui Hubungi Istana dan Pimpinan DPR Terkait Kasus Blueray
Kerusakan Jalan Desa Pararapak Barito Selatan Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Kalteng Desak Perbaikan!
Kontroversi Satgas PKH: 4 Juta Hektare Lahan Sitaan Jatuh ke Tangan PT Agrinas Palma Nusantara
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim dari Fase Grup Hingga Final
Krisis Fiskal Daerah! 39 Pemda Mengaku Kehabisan Dana Bayar Gaji PPPK
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:16 WIB

BPB-PK Kalteng Tingkatkan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana melalui Bimtek Manajemen Pengungsi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:58 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Buka Rakerda APDESI Kalteng 2026, Tegaskan Desa Kunci Kemajuan Kalimantan Tengah

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:24 WIB

Raffi Ahmad Akui Hubungi Istana dan Pimpinan DPR Terkait Kasus Blueray

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:44 WIB

Kerusakan Jalan Desa Pararapak Barito Selatan Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Kalteng Desak Perbaikan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:43 WIB

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim dari Fase Grup Hingga Final

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:39 WIB

Krisis Fiskal Daerah! 39 Pemda Mengaku Kehabisan Dana Bayar Gaji PPPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:21 WIB

Namanya Disebut dalam Kasus Bea Cukai, Raffi Ahmad Akan Gelar Konferensi Pers

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB