Sakit Hati Mendiang Epy Kusnandar Didoakan ‘Mampus’, Karina Ranau Adukan Netizen ke Polres Jaksel

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Janda Epy Kusnandar, Karina Ranau, laporkan haters (Instagram/@karinaranau9)

Janda Epy Kusnandar, Karina Ranau, laporkan haters (Instagram/@karinaranau9)

1TULAH.COM-Kesabaran Karina Ranau, janda dari aktor legendaris Epy Kusnandar, tampaknya sudah mencapai puncaknya. Didampingi sang putra, Quentin, Karina resmi mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk melaporkan seorang netizen (haters) yang komentarnya dinilai sudah keterlaluan dan melanggar hukum.

Langkah hukum ini diambil Karina setelah sekian lama berusaha menutup mata dan telinga dari berbagai rundungan serta komentar negatif yang menyerang dirinya dan almarhum sang suami.

Demi Psikologis Anak, Karina Ranau Emoh Disebut Lebay

Bagi Karina, keputusannya membawa masalah ini ke ranah hukum bukan tanpa alasan. Komentar jahat tersebut dinilai telah mengganggu ketenangan keluarganya, terutama sang anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

“Mungkin buat sebagian orang akan bilang ‘ah lebay’ melihat saya datang sama anak saya ke sana (Polres). Tapi apapun lah orang mau bilang apa, karena itu menyangkut psikologis anak saya dan juga keluarga,” ujar Karina Ranau saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan bahwa kehadirannya di kantor polisi menjadi bukti bahwa kesabarannya menghadapi ulah netizen sudah habis. “Karena terus terang saya memang datang karena selama ini sudah cukup sabar dengan yang namanya netizen,” sambungnya.

Baca Juga :  Ngeri! Taksi Air Diduga Mengangkut BBM Terbakar di DAS Barito

Kronologi Komentar Kejam Haters di Hari Ulang Sang Putra

Pemicu amarah Karina memuncak ketika ia mengunggah sebuah video kenangan almarhum Epy Kusnandar. Video tersebut dibuat susah payah sebagai hadiah ulang tahun untuk putranya sekaligus pengobat rindu kepada sang aktor.

Namun, momen penuh kehangatan itu justru dinodai oleh komentar yang sangat tidak manusiawi dari salah satu akun.

“Ya itu sebagian dari pengobat hati saya gitu, saya edit sendiri dari pagi sampai saya ninggalin warung gitu saya susun gitu video, tapi tiba-tiba dikomen gitu sama dia. Dan itu sakit banget komennya, ‘Mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati’,” ungkap Karina sambil menahan tangis.

Tak hanya kata-kata kutukan tersebut, Karina membeberkan bahwa akun yang sama sebelumnya juga sempat meninggalkan komentar yang menjurus ke arah pornografi. Hal inilah yang membulatkan tekadnya untuk memberi pelajaran kepada pemilik akun tersebut.

Bantah Cari Keuntungan dari Konten Kenangan Almarhum

Menanggapi tudingan miring netizen soal kebiasaannya mengunggah konten (ngonten) saat berziarah ke makam Epy Kusnandar, Karina memberikan klarifikasi tegas. Ia menjelaskan bahwa hal itu murni dilakukan demi menjaga kenangan, sesuai dengan pesan terakhir almarhum suaminya.

  • Pesan Mendiang Epy Kusnandar: Menurut Karina, almarhum selalu berpesan, “Momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan.”

  • Tidak Dimonitisasi: Karina menegaskan tidak memiliki channel YouTube atau platform lain yang menghasilkan uang dari konten-konten tersebut.

Baca Juga :  Kajari Mura Disambut Prosesi Potong Hompong

Respons Quentin dan Ultimatum 3×24 Jam untuk Pelaku

Putra mereka, Quentin, mengaku sedih melihat ibunya harus menghadapi situasi ini. Meski belum bisa bertindak banyak secara langsung, Quentin mendukung penuh langkah hukum yang diambil sang ibu. Uniknya, remaja ini justru merasa kasihan kepada para pelaku yang kerap berkomentar negatif.

Dalam pelaporan ini, Karina menegaskan tidak menggunakan jasa pengacara atau kuasa hukum. Ia datang murni sebagai warga negara Indonesia yang mencari perlindungan hukum.

Sebagai penutup, Karina memberikan ultimatum keras berupa tenggat waktu 3×24 jam kepada pemilik akun tersebut untuk menunjukkan itikad baik.

“Saya pengin hari ini press conference di sini, saya pengin kasih waktu 3×24 jam. Kalau akun itu tidak berusaha, tidak mencoba untuk menghubungi saya, tidak ketemu saya langsung, saya akan teruskan ini gitu,” pungkas Karina tegas. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dongkrak Sektor Strategis, DPRD Kalteng Soroti Hilirisasi hingga Kewajiban Plasma Perkebunan
Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya
PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:40 WIB

Dongkrak Sektor Strategis, DPRD Kalteng Soroti Hilirisasi hingga Kewajiban Plasma Perkebunan

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:15 WIB

Sakit Hati Mendiang Epy Kusnandar Didoakan ‘Mampus’, Karina Ranau Adukan Netizen ke Polres Jaksel

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:04 WIB

Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:58 WIB

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Berita Terbaru