Kabupaten Barito Utara Bertatus Tanggap Darurat Banjir, Terhitung dari 19 Januari hingga 1 Februari 2024

- Jurnalis

Sabtu, 20 Januari 2024 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE: Kondisi banjir di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara dan rapat penetapan kondisi tangkap darurat bencana banjir oleh Pemkab setempat.

KOLASE: Kondisi banjir di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara dan rapat penetapan kondisi tangkap darurat bencana banjir oleh Pemkab setempat.

1tulah.com, MUARA TEWEH-Kondisi banjir di wilayah Barito Utara sudah sedemikian mengkhawatirkan. Bahkan kondisi debit air pada tahun ini diperkirakan lebih para dibandingkan tahun lalu.

Merespons kondisi tersebut, Pemkab Barito Utara melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) penetapan status keadaan darurat bencana banjir di Kabupaten barito Utara, di aula Setda Lantai I, Jumat (19/1/2024).

Rapat dipimpin Pj Sekda Barito Utara Drs Jufriansyah dihadiri Kabag Ops Polres Barito Utara, mewakili Dandim 1013 Muara Teweh, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bulog Muara Teweh, Kepala BMKG Barito Utara, Kasat Intel Polres Barito Utara dan Camat se Barito Utara serta undangan lainnya.

Pj Sekda Jufriansyah mengatakan, rapat koordinasi yang dilaksanakan ini untuk menetapkan status keadaan darurat bencana banjir di wilayah Kabupaten Barito Utara.

Baca Juga :  KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat

“Sesuai petunjuk dari pimpinan bahwa pada hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi untuk menetapkan status keadaan, posisi dan keadaan darurat bencana banjir di wilayah Kabupaten Barito Utara, karena beberapa hari terakhir ini, banjir di Barito Utara sudah sangat meluas di beberapa kecamatan,”ujarnya.

Untuk itu, perlu dilakukan rapat koordinasi mengambil langkah-langkah apa yang akan kita lakukan dalam mengadapi situasi ini. “Dan informasi terakhir di daerah hulu (Murung Raya) kondisi air sudah surut dan mereka sudah menetapkan status tanggap darurat. Dan kondisi terakhir kondisi air sudah mulai menurun, dan otomatis air nya akan mengalir ke daerah hilir (Barito Utara),” kata Jufriansyah.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

Lebih lanjut Jufri juga menambahkan informasi terakhir dari pimpinan bahwa melihat situasi dan kondisi berdasarkan laporan dari beberapa pihak termasuk dari BPBD Barito Utara, kondisi air saat ini dibandingkan tahun sebelumnya lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.

Setelah menerima saran dan masukan dari berbagai pihak dalam rapat koordinasi tersebut sejak hari ini jumat 19 Januari 2024 sampai dengan 1 Februari 2024 Barito Utara ditetapkan berstatus tanggap Darurat.

“Pada hari ini jumat tanggal 19 Januari 2024 sampai dengan 01 Pebruari 2024 pemerintah kabupaten Barito Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di wilayah kabupaten Barito Utara,” kata Pj Sekda Barito Utara Jufriansyah.(Delia)

 

Berita Terkait

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru