UEA Resmi Membuka Pabrik Bir Pertamanya di Abu Dhabi

- Jurnalis

Selasa, 16 Januari 2024 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bir (sumber: Freepik)

Ilustrasi Bir (sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Uni Emirat Arab (UEA) resmi membuka pabrik bir pertamanya di Abu Dhabi, usai beberapa decade lalu negara tersebut melakukan pembatasan produksi alkohol.

Sebagai informasi, dilansir dari berbagai sumber, pembukaan pabrik bir pertama di Uni Emirat Arab itu merupakan bagian dari perubahan undang-undang yang diterapkan di Abu Dhabi pada 2021 lalu.

Yang mana memungkinkan para pemegang lisensi alkohol untuk memfermentasi minuman berakohol untuk dikonsumsi di tempat.

Diketahui, UEA telah lama menjadi tujuan komersil dan wisata utama sebagaian sebab peraturan yang kurang ketat mengenai konsumsi minuman berakohol.

Sebagaimana pada Januari, UEA sudah menangguhkan pajak sebesar 30 persen atas penjualan alkohol sebagai upaya menarik wisatawan Barat dan penduduk ekspatriat.

Baca Juga :  Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Dari laporan media lokal yang ada di UEA, tempat pembuatan bir bernama Craft by Side Hustle telah dibuka sejak akhir Desember 2023 tepatnya di mal Galleria Al Maryah Island di Abu Dhabi.

Perusahaan tersebut mengakui adanya tanggung jawab besar yang mereka pegang sebagai pendiri gerakan kerajinan lokal tersebut.

“Kami mengakui tanggung jawab yang diberikan kepada kami dan kami merasa rendah hati dan bersemangat untuk membuka pabrik bir mikro kerajinan pertama di Abu Dhabi,” ucap Chad McGehee, salah satu pendiri Side Hustle Brews and Spirits.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang inovatif dan otentik sesuai dengan standar tinggi UEA,” sambungnya.

Baca Juga :  Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Diketahui, sejak awal berdirinya UEA pada tahun 1971, UEA sangat membatasi keberadaan alkohol, walaupun emirat yang berbeda mempertahankan tingkat pelarangan yang berbeda-beda.

Selama beberapa decade, Dubai telah menjadi tujuan komersil dan wisata utama, sebagian sebab peraturan yang kurang tepat mengenai konsumsi alkohol.

Selain itu masih terdapat kebanyakan negara yang terafiliasi OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yang masih melegalkan distribusi dan konsumsi minuman berakohol dalam jumlah terbatas dan diawali dengan cukup ketat.

Sedangkan di Indonesi sendiri membatasi konsumsi alkohol untuk yang sudah berusia lebih dari 21 tahun dengan syarat tertentu dengan tempat penjualan yang terbatas.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Berita Terkait

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Berita Terbaru