Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PPG Ile Lewotolok

Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PPG Ile Lewotolok

1TULAH.COM-Gunung Api Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Senin (7/9/2026) pagi, gunung api tersebut tercatat mengalami dua kali letusan dalam tenggat waktu yang relatif singkat, yaitu hanya berselang sekitar 34 menit.

Dalam dua kali erupsi beruntun tersebut, tinggi kolom abu vulkanik konsisten mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau kurang lebih 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kronologi Dua Letusan Beruntun

Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, menyampaikan detail rincian dari kedua peristiwa letusan tersebut:

  • Erupsi Pertama (05.41 WITA): Kolom abu teramati berwarna kelabu tebal dan condong mengarah ke tenggara serta barat daya. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 42 detik. Erupsi awal ini turut disertai suara dentuman berintensitas sedang.

  • Erupsi Kedua (06.15 WITA): Hanya berjarak 34 menit, letusan susulan kembali terjadi dengan kolom abu kelabu tebal yang condong ke arah barat daya. Sinyal seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi lebih lama, yakni satu menit enam detik, disertai dentuman bersuara lemah.

Baca Juga :  Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Status Masih Level II (Waspada) dan Zona Bahaya

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok masih bertahan pada Level II (Waspada). Menanggapi kondisi ini, Pos Pengamatan Gunung Api mengeluarkan sejumlah batasan radius aman bagi warga lokal, pendaki, maupun wisatawan:

  1. Radius Umum: Dilarang melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah/aktivitas gunung.

  2. Sektoral Khusus: Dilarang memasuki area sektor selatan dan tenggara hingga radius 3 kilometer.

Selain ancaman abu vulkanik, warga di sekitar lereng gunung diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, hingga timur laut.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Imbauan Keselamatan Bagi Warga Lembata

Guna mengantisipasi dampak buruk paparan abu vulkanik terhadap kesehatan dan sanitasi, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah pencegahan mandiri:

  • Menggunakan masker pelindung hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan.

  • Menyiapkan kacamata dan pakaian tertutup untuk melindungi mata serta kulit dari iritasi abu.

  • Menutup rapat tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Pemerintah daerah bersama warga diimbau terus menjalin komunikasi aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk mendapatkan pembaruan data kebencanaan yang akurat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Berita Terbaru