Sumedang Dikepung Sesar-Sesar Aktif Besar, Daryono: Ini Harus Kita Waspadai

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah sesar besar mengepung Sumedang, termasuk Sesar Sumedang. Foto: Warga dikejutkan Gempa Sumedang pada Minggu (31/12/2023). (sumber: suara.com)

Sejumlah sesar besar mengepung Sumedang, termasuk Sesar Sumedang. Foto: Warga dikejutkan Gempa Sumedang pada Minggu (31/12/2023). (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Banyak terdapat sesar aktif besar, dengan potensi gempa hingga mencapai magnitudo 7 mengepung Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, demikian peringatan yang disampaikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Mudrik Rahmawan Daryono, Peneliti Gempa Bumi BRIN menjelaskan sesar-sesar besar yang mengapit Sumedang merupakan Sesar Baribis Segmen Tampomas yang berada di sisi utara; Sesar Baribis Segmen Ciremai pada sisi timur; Sesar Lembang pada sisi barat; dan Sesar Cileunyi Tanjungsari serta Sesar Garsela di selatan.

“Sumedang berada di antara sesar aktif yang besar-besar yang sudah kita pelajari dengan baik. Magnitudo di atas 6,5 semua. Ini sesuatu yang harus kita waspadai,” kata Daryono dalam webinar bertajuk Kupas Tuntas Gempa Sumedang, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga :  Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Sesar Baribis yang menerus dari Surabaya hingga ke sekitaran Jakarta, memiliki potensi gempa hingga 7 magnitudo.

Selain itu, Sesar Lembang juga menyimpan potensi gempa 7,0 magnitudo. Sesar Tampomas menyimpan potensi gempa 6,7 magnitudo. Sedangkan terdapat potensi gempa 6,6 di Sesar Ciremai 1 dan Sesar Ciremai 2 punya potensi hingga 6,9 magnitudo.

Menurut Daryono, keberadaan sesar-sesar besar tersebut harus dikaji lebih dalam agar dapat beradaptasi dan memitigasi potensi gempa bumi di masa mendatang.

Tahun 1847, di segmen Tampomas pernah terjadi gempa bumi. BRIN telah melakukan survei morfologi rinci dengan menggunakan drone untuk mengetahui dampak gempa bumi darat itu.

Baca Juga :  Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Data drone itu memperlihatkan terdapat sebuah robekan khas dari sesar aktif yang menimbulkan pergeseran sekitar empat meter. Pergeseran empat meter itu dapat menimbulkan gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo.

“Jadi di sisi sebelah situ ada indikasi kuat pernah terjadi gempa magnitudo 7,” kata Daryono.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat harus bersiap dengan kemungkinan terburuk dengan melakukan mitigasi terhadap ancaman gempa bumi di masa yang akan datang.

Sebelumnya, BMKG menemukan Sesar Sumedang melintas di bawah Kota Sumedang. Sesar ini merupakan pemicu gempa merusak yang terjadi pada akhir tahun, 31 Desember 2023 kemarin.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru