Serangan Israel  di Kamp Pengungsi, 90 Warga Palestina Tewas

- Jurnalis

Senin, 18 Desember 2023 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI-Warga Palestina yang terluka dan dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia menerima perawatan di Rumah Sakit Al-Nasser di Kota Khan Yunis, Selatan Palestina, Senin (20/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

ILUSTRASI-Warga Palestina yang terluka dan dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia menerima perawatan di Rumah Sakit Al-Nasser di Kota Khan Yunis, Selatan Palestina, Senin (20/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

1tulah.com -Serangan Israel kepada warga Palestina yang berada di kamp pengungsi Jabalia, Minggu (17/12/2023) menyebabkan sebanyak 90 warga Palestina tewas.

“Serangan Israel menewaskan 90 warga Palestina di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf Al Qudra kepada Reuters. pada Senin (18/12/2023).

Menurutnya, kamp pengungsi Jabalia kerap menjadi sasaran serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga :  Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Setelah serangan itu terjadi, beredar sejumlah video yang memperlihatkan warga Palestina tengah menggali reruntuhan guna mencari korban dengan menggunakan sekop maupun tangan kosong.

Terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan data korban terini dari perang antara Israel dan Hamas.

Sebanyak 18.800 warga Palestina yang berada di Jalur Gaza menjadi korban tewas imbas adanya perang tersebut.

Dari jumlah itu, mayoritas korban merupakan wanita dan anak-anak.

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

“Sekitar 18.800 warga Palestina, 70 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, meninggal di Gaza antara 7 Oktober hingga 15 Desember,” demikian keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, Minggu.

Kemudian, sebanyak 300 pekerja di bidang kesehatan, 135 pegawai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat serta 86 jurnalis juga meninggal dunia akibat perang tersebut. (suara.com)

Sumber Berita : suara.com

Berita Terkait

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Berita Terbaru