Wamenkumham Ditetapkan Sebagai Tersangka Gratifikasi, Penyidik KPK Periksa Eddy Hiariej Hari Ini

- Jurnalis

Senin, 4 Desember 2023 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum dan HAM diperiksa KPK. (foto: instagram @eddyhiariej)

Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum dan HAM diperiksa KPK. (foto: instagram @eddyhiariej)

1TULAH.COM – Hari ini Tim Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akan meemeriksa Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham). Ia dijadwalakn untuk menjalani pemeriksaam sebagai saksi terkait kasus suap (4/12/2023).

“Iya betul informasi yang kami peroleh untuk hadir dengan kapasitas sebagai saksi dalam berkas perkara tersangka lain Senin (4/12/2023),” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dikutip Suara.com, Sabtu (2/12/2023).

Namun, Ali Fikri tidak menuturkan secara detail materi pemeriksaan yang akan dikonfirmasikan kepada Eddy Hiariej.

Dalam kasus ini, Wamenkumham itu ditetapkan sebagai tersangkat denga tiga orang lainnya. Satu orang sebagai tersangka yang memberikan suap serta gratifikasi dan dua tiga orang lainnya selaku penerima.

Sebagai proses penyidikan, Eddy dicekal untuk tidak bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan. Pencekalan itu dilakukan KPD dengan meminta kepada Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham.

Baca Juga :  Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) atau penetapan tersangka Wamenkumham kepada Presiden Joko Widodo.

Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden mengonfirmasi telah menerima surat tersebut pada Jumat (1/12/2023) yang selanjutkan akan diserahkan kepada presiden.

Nama Eddy Hiariej terseret usai Sugeng langsung melaporkannya ke KPK pada Selasa (14/03/2023) lalu.

Dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan sengketa saham dan kepengurusan di PT Citra Lampian Mandiri (CLM). Berawal saat Helmut Hermawan (HH), Direktur PT CLM yang meminta konsultasi hukum kepada Eddy Hiariej terkait sengketa perusahaannya. Dana sebesar 7 miliar tersebut diduga diberikan oleh Yogi Ari Rukman 9YAR) dan Yosi Andika (YA) secara bertahap.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

“Pertama, bulan April dan Mei (2022) ada satu pemberian dana masing-masing Rp 2 miliar (jadi) sebesar Rp 4 miliar, yang diduga diterima oleh Wamen EOSH (Eddy) melalui asisten pribadinya di Kemenkumham saudara YAR ini buktinya ni (menunjukkan kertas),” ujar Sugeng di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Kemudian, di bulan Agustus 2022, Sugeng mengatakan ada pemberian uang lagi sebesar Rp. 3 miliar secara tunai dengan menggunakan pecahan mata uang Dollar Amerika Serikat.

“Yang diterima tunai oleh juga asisten pribadi YAR, di ruangan saudara YAR. Diduga atas arahan saudara Wamen EOSH (Eddy),” kata Sugeng.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru