Keluhan Warga Barito Utara LPG Bersubsidi Mahal, Sudah Didengar Pertamina dan ESDM Tunggu saja Gebrakannya

- Jurnalis

Jumat, 4 Agustus 2023 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Barito Utara saat mengunjungi kantor Pertamina pusat di Jakarta, dan melaporkan dugaan penyelewenangan distribusi LPG bersubsidi yang membuat harga tidak terkendali, Kamis(3/08/2023).foto.deni/1tulah.com

DPRD Barito Utara saat mengunjungi kantor Pertamina pusat di Jakarta, dan melaporkan dugaan penyelewenangan distribusi LPG bersubsidi yang membuat harga tidak terkendali, Kamis(3/08/2023).foto.deni/1tulah.com

1TULAH.COM, Jakarta -Keluhan warga Barito Utara, Kalimantan Tengah, terkait harga jual LPG bersubsidi 3 kilogram yang mahal sudah sampai ke Pertamina dan Kantor ESDM pusat.

Keluhan warga Barito Utara itu disampaikan 4 anggota DPRD, Kamis 3 Agustus 2023, sore.

Keempat wakil rakyat menyampaikan keluhan warga antara lain, H Tajeri, H Abri, Hasrat dan Hj Sofia. Mereka mendampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian(Disdagrin) H Jainal Abidin.

Kedatangan mereka di Jakarta sempat di ping-pong, karena harus mendatangi beberapa kantor Pertamina.

Akses bertemu pihak berkompeten terkait laporan dugaan penyelewengan distribusi LPG bersubsidi di Muara Teweh, Barito Utara, sempat di persulit.

Namun akhirnya membuahkan hasil saat mendatangi kedua kali kantor Graha Pertamina di Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat.

Kedatangan wakil rakyat Barito Utara di terima Ipahani, Manager LPG subsidi dan nonsubsidi pada kantor PT Pertamina Parta Niaga Gambir, Kamis.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Hampir 1,5 jam pertemuan berlangsung.

Lalu point apa saja disampaikan?

1. Terkait dugaan distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram tidak sesuai aturan, hingga menyebabkan harga tinggi.

2. Dari 155 pangkalan yang ada di Barito Utara diduga banyak fiktif.

3. LPG bersubsidi jatah daerah lain yang di jual di Barito Utara atau bukan peruntukan wilayah.

4.27 surat diterbitkan Disperindag, baik surat teguran kepada agen  kesediaan menjual LPG sesuai HET dan pelaksanaan pasar penyeimbang.

“Alhamdulillah meski sempat ada hambatan bertemu pihak berkompeten akhirnya bisa di terima. Permasalahan LPG yang dikeluhkan warga semua sudah kami sampaikan,” kata H Abri.

Sementara H. Tajeri menambahkan, dari beberapa hal disampaikn, Pertamina mengaku ada yang salah dalam pendistribusian dan penjualan LPG di Barito Utara.

Harusnya kata pertamina, dibeberkan Tajeri, LPG 3 Kg itu milik pemerintah yang seharusnya dari Agen disalurkan ke Pangkalan 80 persen dijual kepada yang berhak membelinya yaitu masyarakat miskin. sedangkan 20 persen untuk pengecer yang dijual kembali kepada yang berhak membelinya, dengan ketentuan tidak melebihi HET yang diatur pemerintah daerah.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

“Di tempat kita bukan seperti itu. Pangkalan justru banyak tutup dan saat ini gas justru banyak di distribusi ke kios-kios eceran,” terangnya.

Sementara anggota DPRD, Hasrat berharap dari hasil laporan ini ada perubahan baik, sehingga warga masyarakat bisa mendapatkan LPG bersubsidi sesuai HET.

“Di tempat kita harga sangat tidak wajar. pelaku usaha harusnya menjul LPG berubsidi sesuai HET ditetapkan pemerintah daerah, karena mereka beli di pertamina dengan harga murah,” terangnya.

Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Jainal Abidin, mengaku lega bisa menyampaikan kendala dan permasalahan LPG bersubsidi ke pertamina.(*)

 

 

 

 

Berita Terkait

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan
Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas

Berita Terbaru