Waket Ketua II DPRD Bartim Tanggapi Kelangkaan Stok Obat di RSUD

- Jurnalis

Rabu, 24 Januari 2024 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim) Depe

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim) Depe

1tulah.com, TAMIANG LAYANG-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang mengalami darurat stok obat. Hal ini terungkap dengan adanya keluhan pasien dan keterangan dari petugas medis.

Merespons kondisi ini, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim) Depe mengatakan, pihaknya meminta dinas kesehatan agar mengevaluasi prosedur pengadaan obat, yang menyebabkan krisis obat di RSUD Tamiang Layang dan dikeluhkan oleh masyarakat Barito Timur maupun internal rumah sakit sendiri.

“Mungkin direktur, staf  (RSUD Tamiang Layang) dan dinas perlu mengevaluasi kerja sama dengan perusahaan obat agar tidak ada kendala (kekosongan obat) lagi dan selalu tersedia, harus ada kerja sama dengan pihak BPJS yang jelas,” ucap Depe, Minggu, (21/01/2024).

Baca Juga :  Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat ini juga menyarankan, agar semua pihak terkait bisa menyikapi permasalahan yang terjadi agar masyarakat sebagai pasien yang menjalani perawatan atau berobat tidak menjadi dampak akibat kekosongan obat.

“Terkait kekosongan obat bisa diklaim ke BPJS yang pasien tebus di luar. Selanjutnya dinkes (dinas kesehatan) perlu evaluasi SOP (Standar Operasional Prosedur) tentang obat-obatan selaku OPD (perangkat daerah) penanggung jawab,” jelasnya

Depe menduga kondisi kekosongan banyak jenis obat di RSUD Tamiang Layang saat ini, karena anggaran belum tersedia di awal tahun. Dugaan tersebut berbeda dengan pengakuan dari sumber internal RSUD Tamiang Layang.

Baca Juga :  Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Diakuinya, rumah sakit milik pemerintah daerah itu memiliki hutang di distributor obat yang belum terbayar, sehingga distributor enggan memasok obat-obatan.

“Mungkin karena awal tahun anggaran jadi obat-obatan belum tersedia sepenuhnya,” terang Depe.

Sekadar diketahui, RSUD Tamiang Layang saat ini dalam kondisi darurat karena stok berbagai jenis obat kosong. Kondisi ini dibenarkan oleh sumber terpercaya di internal RSUD Tamiang Layang.(zek)

Berita Terkait

Ratusan Ribu Hektare Aset Tanah TNI Belum Bersertifikat, 44 Ribu Hektare Berpotensi Pemicu Konflik Agraria
KPK Tahan 8 Tersangka Suap HGB ATR/BPN, Diduga Jadi Pengepul Uang dan Penghubung Swasta
Transformasi Digital Media: RMAB dan MNCN Jamin Independensi Redaksi dalam Integrasi
Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga
Ketegasan Hukum Karhutla: Menhut Raja Juli Bekukan Izin 26 Perusahaan dan Proses Puluhan Kasus Pidana
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Para Siswa Saat Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai
Distranaker Mura dan Kejari Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN
Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 05:22 WIB

Ratusan Ribu Hektare Aset Tanah TNI Belum Bersertifikat, 44 Ribu Hektare Berpotensi Pemicu Konflik Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

KPK Tahan 8 Tersangka Suap HGB ATR/BPN, Diduga Jadi Pengepul Uang dan Penghubung Swasta

Rabu, 16 September 2026 - 19:31 WIB

Transformasi Digital Media: RMAB dan MNCN Jamin Independensi Redaksi dalam Integrasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:53 WIB

Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga

Rabu, 16 September 2026 - 15:48 WIB

Ketegasan Hukum Karhutla: Menhut Raja Juli Bekukan Izin 26 Perusahaan dan Proses Puluhan Kasus Pidana

Rabu, 16 September 2026 - 13:31 WIB

Distranaker Mura dan Kejari Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Rabu, 16 September 2026 - 09:40 WIB

Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Berita Terbaru