Kader PDIP di Boyolali Dianiaya, Warganet: Satu Hari Full Suara Knalpot Geber. Apa Gak Emosi?

- Jurnalis

Senin, 1 Januari 2024 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi knalpot. (sumber: suata.com)

Ilustrasi knalpot. (sumber: suata.com)

1TULAH.COM – Peristiwa penganiayaan yang menimpa sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Boyolali, Jawa Tengah oleh oknum anggota TNI saat ini menyita perhatian publik. Kabarnya ada tujuh kader PDIP yang mengalami luka-luka akibat penganiyaan. Bahkan dua korban masih mendapat perawatan di RS setempat.

Berdasarkan informasi yang telah dihimpun, kejadian penganiayaan itu dipicu kader PDIP geber-geber knalpot motor saat melintas di depan markas TNI Boyolali Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa anggota Kompi B sedang bermain bola voli. Tiba-tiba terdengar suara berisik rombongan sepeda motor knalpot brong yang digeber gasnya oleh pengendara beratribut PDIP.

Anggota TNI yang bermain voli langsung keluar untuk menegur orang-oran tersebut, terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota.

Akibat hal ini, capres Ganjar Pranowo menyayangkan tindakan oknum TNI yang main hakim sendiri. Sejauh ini, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Panglima TNI, Kasad, dan Pangdam berkait persoalan tersebut.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

“Kalau ada yang melanggar kasih ke aparat, aparat yang harus menangani. Gak cerita main hakim sendiri. Ini cerita rakyat yang harus bisa diingatkan siapapun tidak boleh mengatasnamakan apapun dengan semena-mena. Kami akan urus itu,” tegas Ganjar.

Eks Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut juga bertanggungjawab dan menanggung biaya pengobatan dua kader yang sedang dirawat di rumah sakit.

“Jadi cerita ini harus dijadikan contoh agar tidak terulang lagi. Dan teman-teman di Boyolali sudah mengurus dan saya pesankan. Untuk biaya kami urus semuanya,” bebernya.

Namun di lain sisi, terdapat pengakuan seorang netizen di media sosial X yang tinggal di wilayah Boyolali. Ia merasa sangat resah atas apa yang dilakukan oleh kader PDIP tersebut setiap kali melaksanakan kampanye.

Baca Juga :  Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

“Gue tinggal di Boyolali, dan 1 hari ini sangat keganggu. Kalian yang masih nyalahin TNI dan bilang “kan bisa ditegur baik-baik”. Baca beritanya, itu sempet cekcok sebelum pengeroyokan. Artinya apa? Udah ada komunikasi sebelumnya,” tulis akun X @Indah**.

“Coba rasain nih, satu hari full suara knalpot geber. Apa gak emosi?,” sambungnya sembari menunjukkan video kader PDIP geber-geber knalpot motor.

Tidak hanya dia seorang, akun lain di platform X juga merasakan hal yang sama. Aksi geber-geber knalpot motor di jalam raya harus ditertibkan.

“Memang mengganggu ketertiban, saya saksi di tempat langsung, mereka yang pakai knalpot brong pakai penutup telinga. Tapi orang lain nggak pakai, memang pantas ditertibkan, polisi aja enggak berani negur mereka. Kayak gini kok ya di bela,” sahut akun X @aruna**.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB