1TULAH.COM-Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berakhir secara mendadak pada Senin (14/6/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya saat yang bersangkutan tengah berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Posisi Menkeu selanjutnya dipercayakan kepada Suahasil Nazara.
Pencopotan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Purbaya menjadi sorotan publik akibat rentetan polemik, mulai dari silang pendapat anggaran pembukaan rekening massal Rp11 triliun hingga perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Silang Pendapat Anggaran Rp11 Triliun Pembukaan Rekening Massal
Puncak perhatian publik terhadap Purbaya bermula pada Kamis (10/9/2026). Saat itu, Purbaya secara terbuka membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai estimasi anggaran pembukaan rekening massal di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sebelumnya, Airlangga mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp11 triliun untuk membuka sekitar 200 juta rekening secara serempak. Program tersebut dilaksanakan atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut belum pasti dan masih dalam tahap perhitungan oleh Kemenkeu.
“Belum Rp11 triliun. Masih dihitung,” tegas Purbaya kepada awak media.
Purbaya menjelaskan bahwa Kemenkeu memang memiliki dana cadangan yang bisa dialokasikan untuk program tersebut, tetapi ia meyakini total kebutuhan dana tidak akan menyentuh angka Rp11 triliun.
“Ada dana cadangan kita yang bisa dipakai. Tapi saya yakin enggak akan sampai 11 triliun. Enggak sampai 200 jutaan kali. Memang usia di atas 17 tahun segitu? Nanti kita lihat deh. Itu memang belum clear angkanya berapa,” pukasnya.
Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu dalam Satu Hari
Tidak hanya bersilang pendapat soal anggaran, pada hari yang sama (Kamis, 10/9/2026), Purbaya juga mendadak merombak ratusan pegawai dan pejabat Kemenkeu. Mutasi besar-besaran ini mencakup posisi strategis di jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dalam acara pelantikan di Gedung Kemenkeu, Purbaya menyampaikan bahwa langkah reposisi ini dilakukan demi penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi.
“Ini bukan sekadar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja, tetapi merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik,” ungkapnya.
Menepis Rumor Jual Beli Jabatan senilai Rp100 Miliar
Keputusan perombakan massal dalam waktu singkat tersebut memicu berbagai isu liar di media sosial, termasuk rumor mengenai jual beli jabatan. Purbaya memanfaatkan momen pelantikan untuk secara tegas membantah tuduhan tersebut.
“Di TikTok, katanya Pak Purbaya ngumpulin uang Rp 100 miliar ke posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar,” kata Purbaya membantah narasi yang beredar.
Purbaya mengklaim bahwa proses perombakan telah melibatkan jajaran pimpinan tinggi, mulai dari Sekretaris Jenderal Kemenkeu hingga para pejabat Eselon I. Kendati demikian, ia mengakui adanya pendekatan pribadi (personal touch) dalam proses penilaian.
“Jadi semuanya terlibat walaupun saya panggil sendiri-sendiri. Enggak ada yang tahu tuh saya panggil satu-satu untuk menilai seperti apa orangnya di masing-masing tempat,” ia menambahkan.
Pengantian Kilat di Tengah Agenda Parlemen
Rentetan peristiwa panas di pekan sebelumnya berakhir pada keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto pada Senin siang. Purbaya dikabarkan menerima warta pergantian posisi tersebut saat tengah menjalankan agenda kerja di Kompleks Parlemen Senayan.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan resmi beralih ke tangan Suahasil Nazara yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas internal Kemenkeu serta meluruskan koordinasi kebijakan fiskal pemerintah. (Sumber:Suara.com)







![Sebelum dicopot, Purbaya Yudhi Sadewa sempat membantah Menko Airlangga Hartarto mengenai rekening massal dan merombak ratusan pegawai di Kemenkeu. [Dok Kemenkeu]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/purbaya-copot-225x129.jpg)



![Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/SAR-Jurnalis-225x129.jpg)




![Sebelum dicopot, Purbaya Yudhi Sadewa sempat membantah Menko Airlangga Hartarto mengenai rekening massal dan merombak ratusan pegawai di Kemenkeu. [Dok Kemenkeu]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/purbaya-copot-360x200.jpg)

![Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/SAR-Jurnalis-360x200.jpg)




![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

