Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin. (Dok. Ist)

Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin. (Dok. Ist)

1TULAH.COM-Tim SAR Gabungan mencatatkan perkembangan penting dalam operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 dari total 243 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi.

Kapal penyeberangan rute Surabaya–Banjarmasin tersebut sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 WIB. Namun, kapal mendadak hilang kontak pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA akibat diterjang cuaca buruk di lokasi yang berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Rincian Evakuasi 103 Penumpang dan Awak Kapal

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, memaparkan rincian data evakuasi ratusan penumpang yang berhasil diselamatkan oleh kapal-kapal yang melintas di area perairan tersebut:

  • Tugboat (TB) Mahao 9: Menevakuasi 16 orang (15 orang selamat, 1 orang meninggal dunia). Kapal saat ini sedang dalam pelayaran menuju pelabuhan di wilayah Tuban, Jawa Timur.

  • Tugboat (TB) TCP: Menyelamatkan 38 orang penumpang dalam kondisi selamat.

  • Motor Vessel (MV) Haida: Menyelamatkan 49 orang penumpang dalam kondisi selamat.

“Kemudian untuk penumpang-penumpang yang dievakuasi oleh TB TCP 38 orang dan MP (MV) Haida, itu rencana kami akan evakuasi menuju ke Trisakti, Banjarmasin,” terang Putu kepada awak media, Minggu (13/9/2026).

Perjuangan Tim SAR di Tengah Gelombang Tinggi

Proses pencarian dan evakuasi terhadap 140 penumpang lainnya yang belum ditemukan masih terus diupayakan secara maksimal. Tim SAR Gabungan mendistribusikan armada laut dan udara, termasuk KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, serta bantuan satu unit helikopter Basarnas yang diterbangkan langsung dari Surabaya untuk penyisiran udara.

Baca Juga :  Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Meski demikian, pencarian di lapangan menghadapi kendala cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan langsung dari Nakhoda KN SAR Laksmana, tinggi gelombang di titik koordinat kejadian mencapai 2 hingga 2,5 meter.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Kondisi cuaca membahayakan tersebut membuat kapal-kapal penolong berukuran sedang harus ekstra waspada.

“Jadi sangat berisiko untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang dimiliki Basarnas yang ukurannya 40 meter itu sudah sangat berisiko,” ungkap Putu.

Prioritas Pencarian Menggunakan Kapal Berukuran Besar

Mengingat tingginya ancaman gelombang laut, Basarnas memprioritaskan pengerahan armada kapal berukuran besar untuk melanjutkan operasi penyisiran di lokasi kejadian.

Putu menegaskan bahwa seluruh unsur SAR akan mengoptimalkan segala sumber daya yang ada demi menemukan sisa korban KM Virgo Transport 8.

“Kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan. Kami upayakan semaksimal mungkin, apa pun akan kami laksanakan untuk melaksanakan operasi SAR ini,” tegasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru