Berantas Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Prabowo Alihkan Dana untuk Riset dan Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)

Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah akan menggelontorkan investasi berskala besar untuk memperkuat sektor pendidikan serta riset dan pengembangan (Research and Development) nasional. Langkah strategis ini diambil guna menyiapkan generasi penerus bangsa agar mampu bersaing secara kompetitif di tingkat global.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menerima 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta.

Sumber Pendanaan: Efisiensi Anggaran dan Pemberantasan Korupsi

Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam kebijakan ini adalah pembiayaannya. Presiden menegaskan bahwa tambahan anggaran untuk sektor pendidikan dan riset tidak akan membebani masyarakat, melainkan bersumber dari penghematan belanja negara serta penindakan tegas terhadap praktik yang merugikan keuangan negara.

“Dana itu dari mana? Dari penghematan, dari menghilangkan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan (fraud), under invoicing,” tegas Prabowo.

Dengan menutup celah kebocoran anggaran dan memberantas praktik korupsi, pemerintah optimistis dapat mengalokasikan ruang fiskal yang signifikan untuk investasi masa depan bangsa.

Baca Juga :  Pengamat Minta Presiden Prabowo Lebih Banyak Mendengar Saat Kumpulkan Kepala Daerah

Strategi Penguatan Sektor Pendidikan

Pemerintah menyiapkan rencana komprehensif yang mencakup tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi:

1. Perbaikan Infrastruktur Sekolah

Langkah awal difokuskan pada perbaikan fisik bangunan dan fasilitas sekolah di seluruh wilayah Indonesia agar layak dan mendukung proses belajar-mengajar.

2. Pembangunan Sekolah Unggulan Berstandar Global

Pemerintah akan membangun sekolah-sekolah unggulan khusus bagi siswa berprestasi yang dijaring melalui proses seleksi ketat. Sekolah ini disiapkan sebagai pijakan bagi siswa untuk menembus universitas terbaik dunia.

“Di sekolah unggulan ini kita pakai kurikulum International Baccalaureate (IB). Dia harus sama dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia,” ujar Presiden.

3. Akselerasi Pendidikan Tinggi

Untuk tingkat perguruan tinggi, pemerintah menerapkan dua strategi utama:

  • Mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaik Indonesia untuk menempuh studi di luar negeri.

  • Memperluas kolaborasi dan kerja sama strategis dengan universitas-universitas kelas dunia (world-class universities).

Baca Juga :  Krisis Migran Ceuta: Dari Masalah Kemanusiaan Hingga Catur Geopolitik Spanyol, Maroko, dan Israel

Peningkatan Anggaran Riset dan Inovasi (R&D)

Selain pendidikan dasar dan tinggi, Presiden Prabowo menyoroti masih rendahnya anggaran Research and Development (R&D) di Indonesia yang dinilai masih jauh dari ideal.

Sektor Fokus Tindakan & Strategi Utama
Infrastruktur Dasar Renovasi fisik bangunan sekolah di seluruh Indonesia.
Pendidikan Unggulan Penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) untuk siswa terpilih.
Pendidikan Tinggi Beasiswa luar negeri & perluasan kemitraan universitas global.
Riset & Inovasi (R&D) Peningkatan alokasi anggaran riset BRIN dan lembaga penelitian nasional.

Langkah pemerintah memprioritaskan alokasi dana dari efisiensi anggaran dan penindakan kebocoran negara menuju sektor pendidikan serta riset menjadi sinyal positif bagi penguatan kualitas SDM nasional. Diharapkan melalui penerapan kurikulum internasional dan dukungan riset yang memadai, Indonesia mampu melahirkan generasi inovator yang siap bersaing di panggung internasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buntut Temuan Emas 74 Kg di Sentul, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan selama 7 Jam
Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung
Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas
37 Ribu Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, Pengelola SPPG Bisa Terancam Jerat Pidana
Bukan Cuma Air Bersih, Ini Deretan Risiko Krisis Jika El Niño 2026 Tak Diantisipasi
Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Menuai Penolakan, Komisi XI DPR Ingatkan Kondisi APBN
Polri Selidiki Penyebaran Video Hoaks Aksi Demonstrasi di Media Sosial
Polisi Usut Kasus Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Buntut Temuan Emas 74 Kg di Sentul, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan selama 7 Jam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

37 Ribu Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, Pengelola SPPG Bisa Terancam Jerat Pidana

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Bukan Cuma Air Bersih, Ini Deretan Risiko Krisis Jika El Niño 2026 Tak Diantisipasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Berantas Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Prabowo Alihkan Dana untuk Riset dan Sekolah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Menuai Penolakan, Komisi XI DPR Ingatkan Kondisi APBN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Polri Selidiki Penyebaran Video Hoaks Aksi Demonstrasi di Media Sosial

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Polisi Usut Kasus Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung

Berita Terbaru