1TULAH.COM-Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengambil langkah tegas demi keselamatan dan kesehatan peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sebanyak 32 peserta yang diketahui sedang dalam kondisi hamil akhirnya dipulangkan dari lokasi pusat pendidikan militer.
Para peserta tersebut merupakan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Meski latihan fisik militer dikenal ketat, Kemhan menekankan bahwa aspek regulasi keselamatan dan nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.
Pertimbangan Kesehatan dan Kemanusiaan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, memberikan konfirmasi resmi terkait pemulangan puluhan peserta wanita tersebut. Langkah ini diambil setelah panitia melakukan evaluasi mendalam terhadap perkembangan kondisi fisik para peserta di lapangan.
“Tapi dengan pertimbangan perkembangan kesehatan yang berkembang tadi, dengan alasan kemanusiaan, ya ada 32 orang tahap pertama dipulangkan dengan talent pool,” ujar Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Ketut menjelaskan lebih lanjut bahwa pada tahap awal seleksi administrasi dan berkas, panitia memang tidak mencantumkan aturan spesifik yang melarang perempuan hamil untuk mendaftar. Celah regulasi inilah yang membuat para peserta tersebut tetap lolos hingga ke tahap penyerahan materi Latsarmil.
“Karena memang di awal tidak dibatasi, tidak ditentukan pasti, sehingga tersaring,” tambahnya.
Sebagai informasi, rangkaian Program SPPI untuk pengelola KDMP dan KNMP ini baru saja melangsungkan upacara pembukaan pelatihan diklat di Lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026) lalu.
Status Kepesertaan Dijamin Aman Melalui Talent Pool
Kemhan memastikan bahwa pemulangan ini tidak mematikan kesempatan kerja atau impian para peserta untuk menjadi manajer koperasi. Kebijakan inklusif diambil guna melindungi hak-hak mereka yang sudah telanjur dinyatakan lulus seleksi nasional.
Berikut beberapa poin penting kebijakan Kemhan terkait hak peserta yang dipulangkan:
-
Status Tidak Gugur: Hak kelulusan peserta yang hamil tetap sah dan tidak dibatalkan.
-
Sistem Talent Pool: Data para peserta disimpan secara khusus dalam basis data bakat (talent pool) Kemhan.
-
Kesempatan Pendidikan Ulang: Mereka diberikan kompensasi untuk langsung mengikuti program pendidikan pada angkatan (batch) berikutnya setelah kondisi fisik pasca-melahirkan dinyatakan siap.
“Statusnya dia masih memenuhi syarat dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencananya batch berikutnya,” tegas Ketut.
Satu Peserta Pasca-Melahirkan Tetap Lanjut
Selain kebijakan untuk 32 peserta hamil, Kemhan juga mendeteksi adanya satu peserta yang baru saja melewati proses persalinan. Berbeda dengan peserta hamil, yang bersangkutan tetap diizinkan melanjutkan program karena pemeriksaan medis menyatakan kondisinya sudah aman. Haknya untuk mendapatkan pelatihan hingga akhir dipastikan tetap terpenuhi.
Duka di Tengah Program: Korban Jiwa Bertambah Jadi 5 Orang
Langkah pemulangan peserta hamil ini juga bertepatan dengan sorotan tajam publik terhadap aspek keselamatan intensitas Latsarmil SPPI. Hingga saat ini, dilaporkan jumlah peserta calon manajer koperasi yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran telah bertambah menjadi lima orang.
Peserta kelima yang dinyatakan gugur adalah almarhumah Nola Dya Sari, yang tergabung dalam satuan pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan.
Banyaknya korban jiwa dalam pelatihan calon manajer koperasi ini memicu kritik keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari anggota DPR RI, TB Hasanuddin, yang mendesak pemerintah agar latihan ala militer bagi warga sipil pengelola koperasi ini segera dihentikan demi mengevaluasi total sistem keamanan dan metode pelatihan yang diterapkan. (Sumber:Suara.com)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)






![Ilustrasi - Kasus penganiayaan pramugolf/kedi golf atau caddy di lapangan golf kawasan Kelapa Indah, Kota Tangerang. [Suara.com/Ai]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/aniaya-golf-225x129.jpg)












![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


