1TULAH.COM-Arah kebijakan pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2026 mendapat sorotan positif dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Kasri Yani, menilai bahwa fokus pembangunan yang semakin inklusif merupakan langkah strategis untuk membawa Bumi Tambun Bungai menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Menurut Kasri, esensi dari pembangunan inklusif bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi makro, melainkan memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat—tanpa terkecuali—dapat menikmati hasil pembangunan tersebut secara adil dan merata.
“Pembangunan yang inklusif menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan kemajuan daerah yang berkelanjutan,” ujar Kasri Yani di Palangka Raya, Senin (22/6/2026).
Menghapus Kesenjangan Antardaerah di Kalimantan Tengah
Pemerataan pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga akses kesehatan masih menjadi tantangan di provinsi seluas Kalimantan Tengah. Kasri menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk mengikis kesenjangan, baik geografis (antardaerah) maupun sosial (antarkelompok masyarakat).
Dengan konsep pembangunan yang inklusif, setiap warga Kalteng diharapkan memiliki peluang dan hak yang sama untuk:
-
Menikmati fasilitas publik yang layak.
-
Mendapatkan akses ekonomi yang setara.
-
Berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah.
Ia menambahkan, arah pembangunan yang terbuka dan merata ini secara otomatis akan mendongkrak kualitas hidup (IPM) masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah secara jangka panjang. Bagi Kasri, keberhasilan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari tingginya angka statistik pertumbuhan.
“Keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari tingginya angka pertumbuhan, melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Pembangunan yang inklusif akan menciptakan keseimbangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur politisi Kalteng tersebut.
Pentingnya Sinergi Lintas Sektor untuk Kalteng 2026
Formulasi kebijakan yang baik tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya eksekusi yang tepat di lapangan. Oleh karena itu, Kasri Yani mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Sinergi ini krusial agar program-program strategis yang dicanangkan pada tahun 2026 dapat berjalan optimal, efisien, dan yang paling penting adalah tepat sasaran.
“Kerja sama yang kuat akan memperkuat upaya mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Harapan Menuju Kalteng yang Maju dan Berdaya Saing
Menutup pernyataannya, Kasri Yani berharap penuh agar momentum tahun 2026 menjadi titik balik bagi Kalimantan Tengah untuk bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya kaya secara sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusia berkat pemerataan akses.
“Dengan pembangunan yang lebih inklusif, diharapkan kemajuan daerah dapat dirasakan secara merata dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tandasnya. (Ingkit)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)







![Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian. [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/tito-k-gaji-225x129.jpg)



![Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian. [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/tito-k-gaji-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


