IHSG Lewati Fase Penurunan Terdalam 41,72%, Siap Masuk Siklus Pemulihan!

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG diproyeksi mulai bangkit setelah masuk fase terburu. [Antara]

IHSG diproyeksi mulai bangkit setelah masuk fase terburu. [Antara]

1TULAH.COM-Pasar saham Indonesia diproyeksikan telah melewati fase penurunan terdalam (descend) setelah mengalami koreksi masif hingga lebih dari 40% dari level tertingginya pada awal tahun 2026. Kini, fokus pelaku pasar dan investor mulai beralih menantikan datangnya fase pemulihan (recovery) berikutnya.

Dalam riset terbarunya yang dirilis pertengahan Juni 2026, Henan Putihrai Sekuritas mengungkapkan bahwa berdasarkan data per 15 Juni 2026, siklus koreksi kedelapan (Siklus 8) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencapai titik terendah (trough) pada 8 Juni 2026 di level 5.324.

Setelah menyentuh level kritis tersebut, IHSG langsung menunjukkan taji dengan memantul (rebound) sebesar 10,9% ke level 5.902 hanya dalam dua hari perdagangan. Lonjakan agresif ini dinilai Henan Sekuritas sebagai sinyal kuat bahwa fase kejatuhan pasar telah resmi berakhir.

“Berdasarkan data per 15 Juni 2026, Siklus 8 memasuki puncaknya pada 20 Januari 2026 di level 9.134, lalu mengalami Fase Descend selama 4,6 bulan dengan drawdown maksimum 41,72%,” tulis manajemen Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya, dikutip Rabu (17/6/2026).

Rekor Koreksi Terdalam Ketiga dalam Sejarah Modern

Kejatuhan IHSG sebesar 41,72% menempatkan siklus koreksi tahun ini ke dalam buku sejarah pasar modal Indonesia. Ini merupakan penurunan terdalam ketiga dalam sejarah modern Bursa Efek Indonesia (BEI), tepat berada di bawah volatilitas Krisis Keuangan Global (hancur pada 2008) dan tercatat sedikit lebih dalam jika dibandingkan dengan masa awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Meskipun koreksi kali ini terasa menyakitkan bagi portofolio investor, data historis membawa angin segar. Berdasarkan pengalaman dari tujuh siklus koreksi besar yang terjadi sejak tahun 2000, Henan Putihrai mencatat seluruh siklus tersebut selalu berakhir dengan pola yang sama: IHSG berhasil bangkit, kembali ke level tertinggi sebelumnya, dan mencetak rekor baru (all-time high).

Baca Juga :  Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

Memahami 4 Fase Pergerakan Pasar Saham

Untuk memetakan arah pergerakan indeks ke depan, Henan Sekuritas membagi siklus pasar modal ke dalam empat fase utama:

  • Fase Descend: Periode penurunan tajam dari level puncak menuju titik terendah.

  • Fase Trough: Periode pembentukan dasar pasar (bottoming) sebelum mulai merangkak naik.

  • Fase Normalization: Fase pemulihan teknikal menuju 50% dari total jarak penurunan sebelumnya.

  • Fase Recovery: Tahap akhir di mana IHSG kembali menyentuh level puncak lama dan bersiap mencetak rekor baru.

Pertanyaan yang Relevan: “Pertanyaan yang relevan bagi investor saat ini bukan lagi tentang seberapa jauh pasar bisa turun. Pertanyaan yang relevan adalah tentang apa yang biasanya terjadi setelah sebuah fase penurunan berakhir,” tulis tim riset Henan.

Karakteristik Unik Siklus 8: Suku Bunga BI & Sentimen Global

Meskipun polanya mirip dengan siklus historis, Henan menilai pemulihan kali ini memiliki dinamika yang sangat berbeda. Faktor pembeda utamanya terletak pada kebijakan moneter domestik.

Secara historis, bank sentral biasanya memangkas suku bunga untuk menstimulasi pasar saat terjadi koreksi. Namun pada Siklus 8 ini, Bank Indonesia (BI) justru mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) di tengah kejatuhan pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Oleh karena itu, bensin utama untuk mendorong fase pemulihan kali ini tidak lagi bertumpu pada pelonggaran moneter (monetary easing), melainkan pada dua faktor krusial:

  1. Stabilisasi nilai tukar Rupiah.

  2. Kembalinya aliran modal asing (foreign inflow).

Baca Juga :  7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta

Di sisi lain, investor global dan domestik saat ini tengah menanti pengumuman penting dari MSCI yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Keputusan MSCI ini disebut-sebut sebagai salah satu katalis jangka pendek paling krusial yang akan menentukan arah kompas IHSG ke depan.

Target Teknis Fase Normalisasi: Berapa Potensi Kenaikannya?

Henan Putihrai Sekuritas memproyeksikan target teknikal untuk Fase Normalization berada di level 7.229,42.

Jika dihitung dari posisi pembukaan IHSG pada 15 Juni 2026 yang berada di level 6.118,72, maka indeks saham kebanggaan Indonesia ini masih menyimpan potensi kenaikan (upside) sekitar 18,2% untuk mencapai area normalisasi tersebut.

Indikator Utama yang Wajib Dipantau Investor:

Bagi Anda yang ingin mulai menyusun strategi buy on weakness atau masuk kembali ke pasar saham, berikut adalah indikator makro yang perlu dicermati dalam beberapa bulan ke depan:

  • Pengumuman MSCI (18 Juni 2026): Rebalancing indeks yang menentukan arah dana asing.

  • Stabilitas Rupiah: Pergerakan mata uang Garuda menuju kisaran psikologis Rp15.000 – Rp16.000 per dolar AS.

  • Kebijakan BI Rate: Arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia selanjutnya dalam merespons inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum dan materi edukasi, bukan merupakan saran, rekomendasi, atau ajakan investasi untuk membeli atau menjual aset kripto atau saham tertentu. Setiap keputusan investasi berada sepenuhnya di tangan pembaca, dan segala risiko yang timbul merupakan tanggung jawab pribadi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?
Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh: Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka dalam Bentrokan di GBK
Heboh Aliansi BEM Bersatu: Tuding Eks Petinggi Militer, Justru Dihantam Badai Klarifikasi Kampus
Alex Marquez Siap Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis di Brno
7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta
Serap Aspirasi di Kotim dan Seruyan, Ferry Khaidir: Warga Dapil II Mayoritas Minta Perbaikan Infrastruktur Dasar
Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:35 WIB

Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:07 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:55 WIB

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh: Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka dalam Bentrokan di GBK

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:01 WIB

Heboh Aliansi BEM Bersatu: Tuding Eks Petinggi Militer, Justru Dihantam Badai Klarifikasi Kampus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:42 WIB

7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:36 WIB

Serap Aspirasi di Kotim dan Seruyan, Ferry Khaidir: Warga Dapil II Mayoritas Minta Perbaikan Infrastruktur Dasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:53 WIB

Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:41 WIB

IHSG Lewati Fase Penurunan Terdalam 41,72%, Siap Masuk Siklus Pemulihan!

Berita Terbaru