Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perhiasan. (Freepik/bearfotos)

Ilustrasi perhiasan. (Freepik/bearfotos)

1TULAH.COM-Industri perhiasan nasional sukses mencatat performa gemilang di pasar internasional. Sepanjang tahun 2025, sektor manufaktur ini membukukan pertumbuhan ekspor yang sangat signifikan. Data terbaru menunjukkan nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia berhasil menembus angka 9,1 miliar dolar AS.

Capaian fantastis ini mencerminkan lonjakan sebesar 64,73 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang tertahan di angka 5,5 miliar dolar AS. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal semakin diminati oleh pasar global.

Menperin: Perhiasan Jadi Sektor Unggulan Devisa Negara

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa industri perhiasan memiliki karakteristik unik yang memadukan antara kreativitas, keterampilan tangan (craftsmanship), warisan budaya, dan sentuhan teknologi modern. Kombinasi inilah yang melahirkan produk akhir dengan nilai tambah yang sangat tinggi.

“Industri perhiasan menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan kontribusi penting terhadap ekspor manufaktur Indonesia,” ujar Agus Gumiwang kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Agus, sektor ini tidak hanya berperan krusial sebagai mesin penghasil devisa negara. Lebih dari itu, industri perhiasan juga berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya bangsa serta motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang inklusif di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Kalteng Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam Rapat Paripurna ke-6

Melihat tren positif ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem industri agar pertumbuhan yang dicapai saat ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Momentum ini harus terus dijaga melalui penguatan ekosistem industri yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing secara berkelanjutan,” imbuh Agus.

Menghadapi Tantangan Global Lewat Kolaborasi

Meski sedang berada di atas angin, pemerintah mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak lengah. Industri perhiasan nasional masih dibayangi oleh sejumlah tantangan eksternal dan internal yang dinamis, antara lain:

  • Ketidakpastian kondisi ekonomi global.

  • Fluktuasi harga bahan baku logam mulia dan batu mulia.

  • Perubahan preferensi dan selera konsumen generasi baru.

  • Tuntutan akselerasi transformasi digital yang kian cepat.

Menyikapi tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong kolaborasi erat antara pelaku usaha, asosiasi industri, dan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mempertebal daya tahan industri dari guncangan pasar.

Senjata Utama: Penerapan Industri 4.0 dan Transformasi Digital

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menambahkan bahwa digitalisasi dan implementasi cetak biru Industri 4.0 menjadi kunci utama dalam mendongkrak efisiensi dan presisi produk perhiasan tanah air.

Baca Juga :  Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

“Transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 memungkinkan industri perhiasan bekerja lebih efisien, menghasilkan produk yang lebih presisi, serta mampu merespons kebutuhan konsumen secara lebih cepat dan tepat,” jelas Reni.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menggelar penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) di sektor industri aneka, termasuk manufaktur logam mulia dan perhiasan. Hasil asesmen tersebut menunjukkan tingkat kematangan teknologi yang cukup memuaskan di lini produksi lokal. Beberapa aspek digitalisasi yang mulai matang diterapkan meliputi:

  • Digitalisasi sistem manajemen perusahaan.

  • Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam operasional.

  • Penguatan sistem keamanan siber (cybersecurity).

  • Pengembangan produk cerdas yang terkustomisasi (smart customized products).

  • Integrasi teknologi pintar langsung di dalam proses produksi.

“Hasil tersebut menunjukkan bahwa industri logam mulia dan perhiasan mampu mengintegrasikan teknologi modern dengan kreativitas dan keterampilan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai tambah tinggi. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya,” pungkas Reni. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru