1TULAH.COM-Gerakan mahasiswa di Indonesia secara historis dikenal sebagai motor penggerak perubahan bangsa. Namun, kemunculan aliansi baru yang menamakan diri BEM Bersatu justru memicu kontroversi hebat.
Aliansi ini mendadak menggelar konferensi pers pada Selasa (16/6/2026) dan langsung memancing reaksi keras publik. Pasalnya, mereka melontarkan tudingan serius mengenai adanya indikasi intervensi aktor politik senior di balik gelombang aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara blak-blakan, BEM Bersatu menyeret nama mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, sebagai sosok yang diduga berada di balik lingkaran gerakan penolakan tersebut.
Namun, drama tidak berhenti di situ. Belum lama pernyataan sikap tersebut selesai dibacakan, berbagai fungsionaris resmi mahasiswa dari sejumlah kampus besar di Indonesia ramai-ramai merilis klarifikasi dan membantah keterlibatan mereka.
Siapa Sebenarnya BEM Bersatu?
Hingga saat ini, tidak ada informasi rekam jejak yang lengkap mengenai latar belakang aliansi BEM Bersatu. Dalam klaimnya, kelompok ini mengaku sebagai wadah gabungan dari BEM berbagai perguruan tinggi.
Dalam konferensi pers tersebut, Rahmat Djimbula (disebut sebagai Ketua BEM Hukum UIC) tampil sebagai Juru Bicara aliansi. Beberapa nama mahasiswa juga dicatut sebagai perwakilan daftar hadir dari sejumlah kampus, antara lain:
-
Wildan Ricky (BEM Fakultas Hukum UNISIA)
-
Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
-
Ardi Zulkifly (BEM FISIP UNAS)
-
Ardiansyah (BEM Institut Al Aqidah)
-
Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
-
Alfi (BEM FEB Universitas Pamulang/UNPAM)
-
Rahmat Djimbula (BEM Hukum UIC)
-
Dicky (BEM FIPS Universitas Indraprasta PGRI/Unindra)
-
Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika/UBSI)
-
Rezky Anandar (BEM FISIPMA Institut STIAMI)
Dihantam Badai Klarifikasi: Kampus Ramai-Ramai Bantah Terlibat
Aksi klaim sepihak ini langsung direspons cepat oleh organisasi mahasiswa dari kampus-kampus yang dicatut namanya. Mereka menegaskan tidak pernah terlibat dan menuntut permohonan maaf atas dugaan pencatutan institusi tanpa izin.
Berikut adalah beberapa poin bantahan resmi dari pihak kampus:
-
BEM FT/FTI UBSI: Melalui akun Instagram resminya, mereka menegaskan tidak terlibat. Pihak organisasi bahkan menyatakan tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama Ahmad seperti yang diklaim BEM Bersatu.
-
BEM Fakultas Psikologi UNJ: Menyampaikan bantahan keras bahwa mereka tidak pernah memberikan izin atau persetujuan kepada pihak mana pun untuk mewakili nama institusi mereka dalam forum tersebut.
-
Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang: Mengeluarkan pernyataan sikap mengecam pencatutan nama BEM FEB UNPAM dalam agenda BEM Bersatu.
-
BEM KM Institut STIAMI: Turut merilis klarifikasi resmi yang membantah keterlibatan perwakilan mereka.
-
Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa UNAS: Mempertanyakan legalitas dan keberadaan oknum yang mengatasnamakan BEM FISIP Universitas Nasional tersebut.
Merendahkan Gerakan Mahasiswa, PDIP Sebut “Cocokologi”
Tudingan BEM Bersatu juga memantik reaksi keras dari politisi PDI Perjuangan (PDIP), M. Guntur Romli. Aliansi tersebut sebelumnya mengaitkan tuduhannya berdasarkan mobil SUV Fortuner mewah milik Siti Nuraeni (adik Letjen TNI Purn Setyo Sularso) yang digunakan oleh pimpinan aksi penolak MBG, Tiyo Ardianto. Mereka kemudian mengaitkannya dengan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa (besan Setyo Sularso) yang merupakan tokoh kunci pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
Guntur Romli menilai argumen BEM Bersatu hanyalah logika “cocokologi” yang dipaksakan dan merendahkan independensi mahasiswa. Ia menegaskan PDIP sama sekali tidak terkait dengan aksi penolakan tersebut.
“Jangan main-main tuduh. Nanti juga akan bertanya, dari mana dana BEM Bersatu itu bikin konferensi pers? Tempat dan konsumsi nyewa juga kan?” sindir Guntur Romli balik mempertanyakan sumber pendanaan aliansi baru tersebut.
Analisis Pakar: Fenomena Gerakan Tandingan untuk Pecah Suara
Melihat polemik ini, Pakar Politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al Hamdi, memberikan analisisnya. Ridho menilai kemunculan BEM Bersatu berpotensi kuat sebagai gerakan tandingan yang sengaja dimunculkan untuk meredam kritik mahasiswa di lapangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ridho, pola gerakan tandingan semacam ini biasanya menjadi bagian dari operasi pihak yang dikritisi, dalam hal ini pemerintah, untuk memecah soliditas mahasiswa.
“Ini (biasanya) bagian dari operasi, strategi pemerintah tentunya ya untuk memecah situasi. Supaya ada kesan ada kelompok mahasiswa yang pro juga terhadap MBG dengan melakukan tudingan-tudingan,” ungkap Ridho.
Ia menambahkan, strategi ini kerap digunakan untuk menciptakan persepsi publik bahwa kondisi negara tetap aman dan kondusif, sekaligus membuat masyarakat bingung. Di akhir penjelasannya, Ridho menyarankan agar gerakan mahasiswa yang murni tetap konsisten dan kuat.
“Jangan lengah untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang sebenarnya tidak begitu bermanfaat,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


