1TULAH.COM-Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mencoba bersikap membumi menjelang bergulirnya laga sengit di Piala Dunia 2026. Alih-alih sesumbar dan menempatkan anak asuhnya sebagai kandidat kuat peraih trofi, jur taktik kawakan ini justru melempar status unggulan utama kepada rival Eropa mereka, Timnas Spanyol.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Deschamps dalam konferensi pers resmi menjelang laga perdana Prancis melawan Timnas Senegal. Eks pelatih Juventus itu menegaskan bahwa posisi Les Bleus saat ini sama sekali tidak berada di atas kontestan lainnya.
“Saya tidak melihat Prancis lebih unggul dari yang lain. Menurut saya, favorit mutlak adalah Spanyol, saya tidak ragu soal itu,” ujar Deschamps seperti dilansir dari BBC.
Tantangan Regenerasi Skuad Les Bleus
Deschamps tidak menampik bahwa Prancis tetap menjadi kekuatan yang ditakuti, terlebih jika melihat rekam jejak impresif mereka yang sukses menembus babak final di dua edisi Piala Dunia terakhir (2018 dan 2022). Kendati demikian, ada faktor pembeda besar dalam komposisi skuad Prancis kali ini.
Faktor utama yang menjadi sorotan Deschamps adalah gelombang regenerasi. Skuad Prancis saat ini dihuni oleh kombinasi wajah baru yang membuat banyak pemainnya akan merasakan atmosfer panggung sebesar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
-
Sisi Positif: Tim memiliki kualitas individu yang luar biasa dan kesegaran fisik dari para pemain level elite.
-
Tantangan Utama: Banyaknya pemain yang berstatus debutan di putaran final Piala Dunia, sehingga faktor mental dan pengalaman akan sangat diuji.
“Memang kami punya kualitas dan kesegaran dengan pemain level tinggi, tapi banyak dari mereka baru pertama kali bermain di Piala Dunia. Itu tentu menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Waspadai Kekuatan Kolektif Timnas Senegal
Menjelang duel pembuka yang akan digelar di New Jersey, Amerika Serikat, Deschamps juga menaruh hormat sekaligus kewaspadaan penuh terhadap Timnas Senegal. Wakil Afrika tersebut dinilai bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata karena memiliki keseimbangan tim yang sangat solid.
Menurut analisis Deschamps, kekuatan Senegal merata di setiap lini:
-
Lini Serang: Memiliki potensi ledakan gol dan kecepatan yang sangat baik.
-
Lini Tengah: Bekerja secara efektif dalam memutus serangan dan mengalirkan bola.
-
Lini Pertahanan: Sangat kokoh dan sulit ditembus.
“Ini akan menjadi laga dengan level tinggi sejak pertandingan pertama, tapi memang seperti itulah Piala Dunia,” tambah pelatih yang membawa Prancis juara dunia tahun 2018 tersebut.
Belajar dari Kasus Argentina di Piala Dunia 2022
Meskipun mengincar poin penuh di laga perdana, Deschamps mengingatkan anak asuhnya agar tidak panik secara berlebihan apa pun hasil yang didapat di New Jersey nanti. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan pembuka tidak serta-merta menentukan takdir sebuah tim di turnamen ini.
Sebagai bukti nyata, Deschamps mencontohkan perjalanan dramatis Timnas Argentina pada edisi 2022 lalu. Kala itu, Lionel Messi dkk sempat menelan kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di laga pertama grup, namun justru bangkit hingga akhirnya keluar sebagai juara dunia.
“Laga pertama itu penting, tapi bukan penentu karena masih ada dua pertandingan lagi di fase grup. Sejarah menunjukkan, bahkan juara dunia pun pernah kalah di laga pembuka,” pungkasnya menutup konferensi pers. (Sumber:Suara.com)


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


