Piala Dunia 2026: Didier Deschamps Redam Ekspektasi, Sebut Spanyol Favorit Juara ketimbang Prancis

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alih-alih menempatkan timnya sebagai unggulan, ia justru menunjuk Timnas Spanyol sebagai favorit utama juara. [@laaficion]

Alih-alih menempatkan timnya sebagai unggulan, ia justru menunjuk Timnas Spanyol sebagai favorit utama juara. [@laaficion]

1TULAH.COM-Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mencoba bersikap membumi menjelang bergulirnya laga sengit di Piala Dunia 2026. Alih-alih sesumbar dan menempatkan anak asuhnya sebagai kandidat kuat peraih trofi, jur taktik kawakan ini justru melempar status unggulan utama kepada rival Eropa mereka, Timnas Spanyol.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Deschamps dalam konferensi pers resmi menjelang laga perdana Prancis melawan Timnas Senegal. Eks pelatih Juventus itu menegaskan bahwa posisi Les Bleus saat ini sama sekali tidak berada di atas kontestan lainnya.

“Saya tidak melihat Prancis lebih unggul dari yang lain. Menurut saya, favorit mutlak adalah Spanyol, saya tidak ragu soal itu,” ujar Deschamps seperti dilansir dari BBC.

Tantangan Regenerasi Skuad Les Bleus

Deschamps tidak menampik bahwa Prancis tetap menjadi kekuatan yang ditakuti, terlebih jika melihat rekam jejak impresif mereka yang sukses menembus babak final di dua edisi Piala Dunia terakhir (2018 dan 2022). Kendati demikian, ada faktor pembeda besar dalam komposisi skuad Prancis kali ini.

Faktor utama yang menjadi sorotan Deschamps adalah gelombang regenerasi. Skuad Prancis saat ini dihuni oleh kombinasi wajah baru yang membuat banyak pemainnya akan merasakan atmosfer panggung sebesar Piala Dunia untuk pertama kalinya.

  • Sisi Positif: Tim memiliki kualitas individu yang luar biasa dan kesegaran fisik dari para pemain level elite.

  • Tantangan Utama: Banyaknya pemain yang berstatus debutan di putaran final Piala Dunia, sehingga faktor mental dan pengalaman akan sangat diuji.

Baca Juga :  Ketua DPW Nasdem Kalteng Ajak Generasi Muda Maknai Semangat Hijrah di Tahun Baru Islam 1448H

“Memang kami punya kualitas dan kesegaran dengan pemain level tinggi, tapi banyak dari mereka baru pertama kali bermain di Piala Dunia. Itu tentu menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Waspadai Kekuatan Kolektif Timnas Senegal

Menjelang duel pembuka yang akan digelar di New Jersey, Amerika Serikat, Deschamps juga menaruh hormat sekaligus kewaspadaan penuh terhadap Timnas Senegal. Wakil Afrika tersebut dinilai bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata karena memiliki keseimbangan tim yang sangat solid.

Menurut analisis Deschamps, kekuatan Senegal merata di setiap lini:

  1. Lini Serang: Memiliki potensi ledakan gol dan kecepatan yang sangat baik.

  2. Lini Tengah: Bekerja secara efektif dalam memutus serangan dan mengalirkan bola.

  3. Lini Pertahanan: Sangat kokoh dan sulit ditembus.

Baca Juga :  Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp37 Miliar Pelabuhan Tanjung Priok

“Ini akan menjadi laga dengan level tinggi sejak pertandingan pertama, tapi memang seperti itulah Piala Dunia,” tambah pelatih yang membawa Prancis juara dunia tahun 2018 tersebut.

Belajar dari Kasus Argentina di Piala Dunia 2022

Meskipun mengincar poin penuh di laga perdana, Deschamps mengingatkan anak asuhnya agar tidak panik secara berlebihan apa pun hasil yang didapat di New Jersey nanti. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan pembuka tidak serta-merta menentukan takdir sebuah tim di turnamen ini.

Sebagai bukti nyata, Deschamps mencontohkan perjalanan dramatis Timnas Argentina pada edisi 2022 lalu. Kala itu, Lionel Messi dkk sempat menelan kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di laga pertama grup, namun justru bangkit hingga akhirnya keluar sebagai juara dunia.

“Laga pertama itu penting, tapi bukan penentu karena masih ada dua pertandingan lagi di fase grup. Sejarah menunjukkan, bahkan juara dunia pun pernah kalah di laga pembuka,” pungkasnya menutup konferensi pers. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heboh Aliansi BEM Bersatu: Tuding Eks Petinggi Militer, Justru Dihantam Badai Klarifikasi Kampus
Alex Marquez Siap Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis di Brno
7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta
Serap Aspirasi di Kotim dan Seruyan, Ferry Khaidir: Warga Dapil II Mayoritas Minta Perbaikan Infrastruktur Dasar
Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!
IHSG Lewati Fase Penurunan Terdalam 41,72%, Siap Masuk Siklus Pemulihan!
Ketua DPW Nasdem Kalteng Ajak Generasi Muda Maknai Semangat Hijrah di Tahun Baru Islam 1448H
Kagumi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Presiden Jerman Terharu Lihat Toleransi Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:01 WIB

Heboh Aliansi BEM Bersatu: Tuding Eks Petinggi Militer, Justru Dihantam Badai Klarifikasi Kampus

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:45 WIB

Alex Marquez Siap Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis di Brno

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:36 WIB

Serap Aspirasi di Kotim dan Seruyan, Ferry Khaidir: Warga Dapil II Mayoritas Minta Perbaikan Infrastruktur Dasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:53 WIB

Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus 9,1 Miliar Dolar AS, Naik Tajam 64 Persen!

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:41 WIB

IHSG Lewati Fase Penurunan Terdalam 41,72%, Siap Masuk Siklus Pemulihan!

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:40 WIB

Ketua DPW Nasdem Kalteng Ajak Generasi Muda Maknai Semangat Hijrah di Tahun Baru Islam 1448H

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:17 WIB

Piala Dunia 2026: Didier Deschamps Redam Ekspektasi, Sebut Spanyol Favorit Juara ketimbang Prancis

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:51 WIB

Kagumi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Presiden Jerman Terharu Lihat Toleransi Indonesia

Berita Terbaru