1TULAH.COM-Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menggelar pertemuan penting bertajuk Silaturahmi Kebangsaan pada Senin (22/6/2026) siang.
Bertempat di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, diskusi ini mempertemukan Megawati dengan sejumlah tokoh lintas agama, akademisi, dan budayawan yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB).
Pertemuan yang berlangsung tertutup bagi awak media ini berjalan dalam suasana yang santai namun tetap serius, membedah berbagai isu krusial terkait masa depan berbangsa dan bernegara.
Kehadiran Tokoh Lintas Sektor dan Penyambutan Hangat
Megawati Soekarnoputri tiba di lokasi sekira pukul 12.50 WIB. Kedatangannya langsung disambut oleh jajaran pengurus Megawati Institute, di antaranya Hilmar Farid, Darmadi Durianto, Selly Andriany Gantina, serta politisi senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno.
Tepat pukul 13.00 WIB, forum dialog resmi dimulai. Kursi-kursi di dalam ruangan diisi oleh nama-nama besar yang selama ini vokal dalam menyuarakan isu kemanusiaan, moralitas, dan etika publik. Beberapa tokoh yang hadir antara lain:
-
Tokoh Agama & Budaya: Ignatius Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, dan budayawan Prof. Franz Magnis-Suseno.
-
Akademisi & Pakar: Karlina R. Supelli, Francia Seda, dan pendiri Nalar Institute Yanuar Nugroho.
-
Mantan Pejabat Publik: Mantan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, serta mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Andi Widjajanto.
Momen Hangat: Megawati Jeda Pemaparan Demi Sambut Sinta Nuriyah Wahid
Suasana diskusi yang formal sempat mencair dan dipenuhi kehangatan saat istri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, tiba di ruang pertemuan didampingi putrinya, Inayah Wahid.
Momen Menarik: Megawati yang saat itu baru saja memulai pemaparannya, memilih untuk menghentikan pidatonya sejenak demi menyambut kehadiran Sinta Nuriyah.
Megawati langsung menghampiri, menyalami, dan melakukan tradisi cipika-cipiki (cium pipi kanan-kiri) dengan Sinta Nuriyah. Gestur akrab dan perbincangan singkat di antara kedua tokoh perempuan bangsa ini pun memicu senyum hangat dari seluruh undangan yang hadir di ruangan. Setelah suasana kembali tenang, Megawati melanjutkan pemaparan utamanya.
Fokus Diskusi: Mengawal Nurani, Etika Publik, dan Ruang Demokrasi
Pertemuan strategis ini memfokuskan pembahasan pada beberapa poin fundamental yang tengah dihadapi oleh Indonesia saat ini. Di tengah dinamika politik dan sosial yang bergerak cepat, forum GNB bersama Megawati menggarisbawahi tiga isu utama:
1. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Diperlukan komitmen bersama dari seluruh elemen, baik politisi, akademisi, maupun pemuka agama, untuk tetap menjaga integrasi nasional di atas kepentingan kelompok.
2. Memperkuat Etika Publik dan Nilai Moral
Kehidupan bernegara tidak boleh kering dari nilai moral. Penguatan etika publik dinilai menjadi tameng utama dalam menjaga integritas para penyelenggara negara dan institusi publik.
3. Merawat Ruang Demokrasi yang Sehat
Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi ruang dialog lintas latar belakang untuk merespons berbagai tantangan ke depan. Penekanan utamanya adalah pentingnya memastikan ruang demokrasi di Indonesia tetap berjalan secara sehat, beradab, dan berlandaskan pada hati nurani.
Melalui pertemuan ini, Gerakan Nurani Bangsa dan Megawati Institute berharap dapat terus mengawal jalannya roda pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat agar tidak keluar dari jalur konstitusi dan nilai luhur Pancasila. (Sumber:Suara.com)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)







![Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian. [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/tito-k-gaji-225x129.jpg)



![Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian. [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/tito-k-gaji-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


