Dokter Ungkap Jangka Waktu Jerawat Hormon Menghilang

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wajah bruntusan (suara.com)

Ilustrasi wajah bruntusan (suara.com)

1TULAH.COM – Jerawat hormonal adalah salah satu jenis jerawat yang sering muncul akibat adanya ketidakseimbangan atau perubahan kadar hormon dalam tubuh, sehingga sulit untuk dihindari.

Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh peningkatan hormon androgen, seperti testosteron, yang mendorong produksi minyak alami kulit atau sebum dalam jumlah berlebihan.

Ketika minyak tersebut bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, pori-pori dapat tersumbat dan akhirnya menimbulkan jerawat.

Lama waktu jerawat hormonal menghilang berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi kulit, kebiasaan hidup sehari-hari, serta cara individu mengelola keseimbangan hormonnya.

Jerawat ini dapat sembuh dengan sendirinya ketika kadar hormon kembali normal, tetapi sering kali muncul kembali seiring dengan perubahan alami kadar hormon dalam tubuh.

Faktor pemicu jerawat hormonal cukup beragam, mulai dari masa pubertas, sindrom ovarium polikistik, siklus menstruasi, menopause, hingga peningkatan kadar androgen.

Selain itu, stres, pola makan, kehamilan, serta penggunaan atau penghentian pil kontrasepsi juga berkontribusi terhadap timbulnya masalah kulit ini.

Dengan memahami penyebab yang mendasarinya, perawatan jerawat hormonal bisa dilakukan secara lebih tepat meskipun perlu dijalani dalam jangka panjang karena sifatnya yang cenderung kambuh.

Tanpa pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan dokter kulit, jerawat hormonal dapat bertahan cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru