Presiden Prabowo Subianto Pamer Kekuatan Pertanian Indonesia di Mata Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berpidato pada acara Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025 di Rusia. [Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]

Presiden Prabowo Subianto berpidato pada acara Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025 di Rusia. [Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]

1TULAH.COM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mencuri perhatian dunia internasional dengan memamerkan capaian fenomenal Indonesia di sektor pertanian. Dalam pidatonya di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 pada Jumat (20/6/2025) waktu setempat, Prabowo menyampaikan kabar gembira yang menandai era baru ketahanan pangan di Indonesia.

Lonjakan Produksi Beras dan Jagung: Rekor Sepanjang Sejarah Kemerdekaan

Di hadapan para pemimpin dunia dan tokoh ekonomi, Prabowo dengan bangga mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai peningkatan produksi beras dan jagung hingga 50 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sebuah rekor peningkatan produksi terbesar secara agregat dalam sejarah Republik Indonesia sejak kemerdekaan.

“Saya bangga berdiri di hadapan Anda sekalian. Kita telah mencapai peningkatan produksi beras dan jagung sekitar 50%. Dan ini merupakan peningkatan produksi terbesar secara agregat dalam sejarah Republik Indonesia,” tegas Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan secara virtual pada Sabtu (21/6/2025).

Capaian impresif ini, menurut mantan Menteri Pertahanan tersebut, adalah buah dari berbagai langkah reformasi besar-besaran yang ditempuh pemerintahannya sejak menjabat. Reformasi ini mencakup pemberantasan korupsi dan deregulasi yang bertujuan menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi pertumbuhan sektor pertanian.

Cadangan Beras Terbesar: Ketahanan Pangan dalam Tujuh Bulan

Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Tak hanya peningkatan produksi, Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki cadangan beras terbesar dalam sejarah, yakni sebanyak 4,4 juta ton. Yang lebih menakjubkan, capaian monumental ini berhasil diraih hanya dalam waktu tujuh bulan masa kepemimpinannya.

“Dan sekarang kita memiliki 4,4 juta ton beras di gudang pemerintah kita, yang merupakan cadangan terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Hanya dalam beberapa bulan masa jabatan saya,” beber Prabowo.

Angka 4,4 juta ton cadangan beras ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Prabowo dalam menjamin ketahanan pangan nasional, sebuah isu krusial di tengah dinamika global saat ini.

Kemitraan Strategis, Bukan Bantuan: Visi Indonesia di Mata Dunia

Dalam forum yang sama, Prabowo kembali menegaskan visi Indonesia di kancah internasional: mencari kemitraan strategis dan kolaborasi sejati, bukan sekadar bantuan. Pernyataan ini sebelumnya telah ia sampaikan dalam pidato perdananya di SPIEF 2025 yang merupakan pertemuan penting bagi para pemimpin dunia, tokoh ekonomi, dan pelaku bisnis lintas kawasan.

“Kami membentuk dana kekayaan negara Danantara dengan aset USD 1 triliun dan anggaran investasi USD18 miliar tahun ini,” kata Prabowo. “Terbuka untuk strategi kerja sama, sama sekali bukan mencari bantuan atau kontribusi melainkan ingin kolaborasi sejati untuk kesejahteraan bersama.”

Baca Juga :  DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit

Prabowo juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara keempat dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, lengkap dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, ia menekankan pentingnya pemerintahan yang kuat dan bersih sebagai fondasi bagi kemajuan berkelanjutan.

Agenda Kenegaraan Prabowo di Rusia dan Singapura

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia merupakan undangan langsung dari Presiden Rusia, Yang Mulia Vladimir Putin. Sebelum bertolak ke Rusia, Prabowo terlebih dahulu mengunjungi Singapura untuk bertemu dengan Perdana Menteri Singapura, Yang Mulia Lawrence Wong, dan menghadiri Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat pada 16 Juni 2025.

Di Rusia, Prabowo diterima secara resmi dengan sambutan kenegaraan dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Putin pada 19 Juni 2025. Keesokan harinya, pada 20 Juni 2025, Presiden Prabowo menjadi pembicara utama dalam St. Petersburg International Economic Forum 2025, momen di mana ia memamerkan capaian luar biasa Indonesia di sektor pertanian.

Capaian Indonesia di sektor pertanian di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menjadi bukti nyata bahwa dengan reformasi yang tepat dan komitmen kuat, sebuah negara dapat mencapai kemandirian pangan dan bahkan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di panggung dunia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru