Pemerintah Libatkan TNI-Polri Kawal Serapan Gabah: Harga Baru Rp6.500/Kg untuk Petani

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Perum Bulog, PCO, serta TNI-Polri saat memantau panen raya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Dok: Suara.com/ Restu Fadilah)

Jajaran Perum Bulog, PCO, serta TNI-Polri saat memantau panen raya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Dok: Suara.com/ Restu Fadilah)

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan pangan demi mencapai kemandirian pangan nasional.

Langkah konkret diambil di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menaikkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini merupakan respons terhadap kebutuhan petani dan upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat nasional.

Keterlibatan TNI-Polri dalam Pengawasan

Untuk memastikan implementasi harga beli gabah yang baru, Perum Bulog menggandeng TNI dan Polri. Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, menjelaskan bahwa Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan serta Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dilibatkan dalam proses ini.

“Kami telah mengimbau bahwa Bulog tidak bekerja sendiri. Kami bekerja sama dengan penyuluh pertanian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan pendampingan hingga gabah sampai ke Bulog,” jelas Marga saat memantau panen raya di Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Senada dengan hal itu, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Fadillah Rachmawati, meyakini bahwa keterlibatan TNI-Polri akan mengoptimalkan program ini. Babinsa, yang telah mendampingi petani sejak awal penanaman, memiliki pengetahuan mendalam tentang lokasi panen gabah.

Target dan Mekanisme Serapan Gabah di Surakarta

Perum Bulog Surakarta menargetkan serapan gabah hingga April 2025 mencapai sekitar 28.000 ton setara beras. Target ini mencakup tujuh wilayah kerja di Solo Raya, termasuk Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Dicky Yusfarino, menjelaskan dua metode utama pembelian GKP:

  • Skema jemput bola: Bulog aktif menyerap gabah langsung dari petani.
  • Kerja sama dengan mitra maklon: Melibatkan pihak ketiga dalam pengadaan.
Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

“Total GKP yang sudah kami beli mencapai sekitar 5.000 ton,” ungkap Dicky.

Optimasi Pengeringan Gabah dengan Teknologi Modern

Bulog Surakarta mengandalkan kapasitas pengeringan yang mumpuni, mampu mengeringkan sekitar 600 ton gabah per hari. Sebanyak 120 ton di antaranya diproses di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen. Mereka menggunakan teknologi dryer terbaru yang dapat mengeringkan gabah dalam 24-48 jam.

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Bulog Surakarta aktif berkoordinasi dengan mitra dan rekanan strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengeringan gabah dan mengoptimalkan penyerapan beras. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru