Geger Dugaan Pencabulan! Ponpes di Serang Diserang Massa

- Jurnalis

Senin, 2 Desember 2024 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok Pesantren di Serang di amuk massa lantaran pimpinan ponpes diduga cabuli santriwati, Minggu (1/12/2024). [Istimewa].

Pondok Pesantren di Serang di amuk massa lantaran pimpinan ponpes diduga cabuli santriwati, Minggu (1/12/2024). [Istimewa].

1TULAH.COM-Kejadian yang menggemparkan terjadi di Kampung Badak, Desa Gembor Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Ma’mun Kobal menjadi sasaran amukan massa pada Minggu (1/1/2024) sore.

Dugaan Pencabulan Jadi Pemicu

Penyebab utama peristiwa ini adalah dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan Ponpes, berinisial KH, terhadap salah satu santriwatinya. Amarah warga yang mendengar kabar tersebut memuncak hingga mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas pondok pesantren.

“Massa membakar dua gazebo di dalam Ponpes. Kejadiannya cukup cepat, sekitar pukul 14.00 sampai 15.00 WIB,” ungkap Kepala Desa Gembor Udik, Arsyad.

Baca Juga :  Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat

Respons Cepat Aparat

Pihak kepolisian setempat telah turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Pelaku yang terlibat dalam aksi anarkis akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek Cikande.

Dampak Kejadian

Peristiwa ini tentunya menimbulkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat sekitar, terutama bagi para santri yang tinggal di Ponpes Bani Ma’mun Kobal. Selain kerusakan fisik, kejadian ini juga menimbulkan trauma psikologis bagi para korban.

Baca Juga :  Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya pengawasan yang ketat terhadap lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan keagamaan. Kasus pencabulan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren bukanlah yang pertama kali. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat
Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Berita Terbaru