Sentil Heboh Ormas Dapat ‘Jatah’ Urus Tambang, Megawati: Urusan Pangan Kurang Terperhatikan

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri

1TULAH.COM-Kehebohan soal oraganisasi kemasyarakatan (Ormas) bagi-bagi izin usaha pertambangan (IUP) mendapat sentilan dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Megawati bahkan membandingkannya dengan perhatian pemerintah saat ini yang dianggap kurang memperhatian permasalahan ketahanan pangan. Bukan tidak mungkin di masa-masa mendatang, Negara Indonesia bisa mengalami krisis pangan serius.

Megawati menyoroti soal organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang mendapat ‘jatah’ untuk mengelola tambang. PBNU dan Muhammadiyah diketahui merupakan ormas yang menerima tawaran konsensi tambang dari pemerintah.

Terkait kehebohan ormas yang menerima ‘jatah’ tambang itu, Ketua Umum PDIP ini justru menekankan pentingnya permasalahan pangan, ketimbang tambang.

Baca Juga :  Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!

“Orang urusan tambang aja sekarang pada heboh. Woh mau nyari tambang, mau nyari tambang. Saya tuh sampai bilang sama temen-temen. Pangan o tambang iku (itu) nanti kalau sudah enggak ada beras terus piye,” kata Megawati dalam pidatonya di Mukernas Perindo, Jakarta, Senin (30/7/2024).

Menurut Megawati permasalahan pangan saat ini menjadi penting. Bahkan, negara-negara yang sebelumnya melakukan ekspor pangan, justru di masa mendatang bisa menahan ekspor untuk kebutuhan dalam negeri mereka.

“Negara-negara sekarang kalau ndak percaya sama saya, negara-negara yang impornya atau ekspor beras itu juga ketar-ketir. Jadi mereka kemungkinan, mungkin tahan karena buat negara mereka. Nah, kita terus mencarinya ke mana?” kata Megawati.

Baca Juga :  KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

Sebagai contoh kepedulian atas permasalahan pangan, Megawati menyampaikan PDIP selama empat tahun terakhir sudah memberikan instruksi kepada jajaran untuk menanam 10 macam tanaman  pendamping beras. Megawati mengajak Perindo melakukan langkah serupa.

“Kalau nanti enggak ada, jangan pikir lho mau impor, impornya juga ditahan. Itu kan harus waras kita berpikirnya, harus pintar kita berpikirnya,” kata Megawati. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Rabu, 23 September 2026 - 05:53 WIB

Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Berita Terbaru